RADARSEMARANG.ID, Semarang - Saksi mata menceritakan detik-detik terjadinya longsor di Jangli Krajan, Kelurahan Karanganyar Gunung, Candisari Semarang.
Bahkan, warga yang rumahnya terancam diterjang longsor terpaksa harus mengungsi di rumah sanak saudaranya.
Lisyawati bersama 5 KK atau 16 orang yang merupakan keluarga besarnya. Yakni kakak, adik, ibu, dan anak-anak mengungsi di rumah tetangganya.
"Saya belum tahu tidurnya nanti bagaimana, saya masih syok, tensi naik semua, kami ke sini hanya membawa badan dan surat-surat penting," ujarnya.
Longsor terjadi pada Kamis (20/3) pagi, sekitar pukul 06.30. Kendati demikian, sejak Rabu (19/3) malam, dirinya sudah merasa akan adanya longsor.
"Karena tanahnya sudah gerak menurun semalam, parahnya subuh tadi," jelasnya.
"Sudah 18 tahun baru pertama kali ini longsor. Karena sudah lama ada retakan di jalan, kami berharap cepat diperbaiki jalannya, biar bisa ditinggali rumahnya," harapnya.
Ketua RT 9 RW 5, Endro Suntoro, menceritakan dirinya mendapat laporan dari warga ada penurunan muka tanah 3 - 5 sentimeter pada Rabu (19/3) malam. Sekitar pukul 22.00, terjadi penurunan muka tanah secara drastis.
"Malam tadi sambil menunggu sahur, kami mengimbau warga yang terdampak untuk berjaga untuk antisipasi longsor segera tinggalkan tempat," jelasnya.
Kemudian Kamis (20/3) sekitar pukul 06.00 ada longsor sedikit. Dan, pada pukul 06.30 longsor besar terjadi.
"Kami menghubungi pihak kelurahan dan pihak tol, langsung ditinjau," jelasnya.
Dikatakan, di wilayah yang terjadi longsor tidak ada tanda-tanda seperti retakan. Justru di wilayah bawah atau sebelah selatan, ada retakan sejak bertahun-tahun lalu.
"Retakan ini sudah lama, bahkan sampai Musala Al-Barokah, malah yang longsor ini tidak ada tanda-tanda," jelasnya. (fgr/bas)
Editor : Baskoro Septiadi