Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pompa Rusak, Lima Kelurahan di Genuk Semarang Masih Terendam Banjir

Figur Ronggo Wassalim • Senin, 10 Maret 2025 | 21:35 WIB

 

Rumah Pompa Kali Tenggang, Senin (10/3). FIGUR RONGGO WASSALIM/JAWA POS RADAR SEMARANG
Rumah Pompa Kali Tenggang, Senin (10/3). FIGUR RONGGO WASSALIM/JAWA POS RADAR SEMARANG

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Banjir kembali menggenangi beberapa wilayah di Kota Semarang akibat curah hujan tinggi beberapa hari terakhir.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti besama Forkompimda Kota Semarang melakukan tinjauan ke beberapa titik banjir, utamanya di wilayah Kecamatan Genuk.

Setelah meninjau wilayah Genuk, Agustina menuju Rumah Pompa Kali Tenggang. 

Setelah memantau, Agustina menyebut banjir di Kota Semarang disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, curah hujan yang tinggi dan kurun waktu yang lama beberapa hari belakangan.

Selain itu, dari enam pompa di Rumah Pompa Kali Tenggang hanya dua pompa yang menyala. Meskipun dibantu oleh beberapa pompa kecil. "Tetap saja belum mumpuni," jelasnya.

Karena debit air yang masuk sangat banyak, apalagi pompa mengalami kerusakan.

"Dua pompa terakhir yang rusak karena mampet, ada ban karet yang nyantol, sehingga korslet," jelasnya.

Meskipun bukan penyebab utama banjir, ia mengimbau untuk bersama merawat. "Karena kapasitas sudah tidak terpenuhi, pompanya rusak, ditambah curah hujan tinggi," jelasnya.

Ia berharap adanya perbaikan pompa dan segera tertangani. Memang, banjir tidak bisa dihindarkan, karena merupakan fenomena alam.

Namun, Pemkot Semarang akan bekerja semaksimal mungkin setelah proses perubahan anggaran selesai.

Seperti saluran dari Gayamsari, Tlogosari dan lainnya akan segera diperbaiki. Pihaknya akan deteksi insfratruktur yang paling utama untuk meminimalkan kiriman air dari wilayah atas ke wilayah bawah. 

"Entah itu kolam penampungan, atau normalisasi lah, apapun itu, sehingga kita akan cari tahu mulai tahun ini, kalau itu jangkauan provinsi, kalau tingkat pusat, kami akan menghadap ke kementerian," jelasnya.

Ia mengajak para stakeholder seperti TNI-AD untuk proses penanganan banjir.

"Karena tidak akan cukup kalau hanya pemerintah saja, kami sangat butuh beliau ini (sambil menunjuk Danramil Genuk)," jelasnya.

Sementara itu, Camat Genuk, Suroto, mengungkapkan setidaknya ada lima kelurahan wilayah Genuk yang masih tergenang.

Seperti di Kelurahan Gebangsari, Genuksari, Muktiharjo Lor, Trimulyo, dan Kudu. 

"Genangannya antara 30 - 50 sentimeter, air naik mulai pukul 03.00 pagi tadi," jelasnya.

Usut punya usut, warga Genuk banyak yang mengeluhkan hanya beberapa pompa saja yang optimal.

Seperti pompa di Rumah Pompa Kali Sringin hanya ada satu pompa yang dihidupkan.

Sementara di Rumah Pompa Kali Tenggang hanya dua pompa yang dihidupkan.

Kalau hanya tiga pompa, mustahil untuk kering dari genangan, kata dia, maka bersama Wali Kota meninjau langsung ke rumah pompa.

"Ternyata benar adanya, tetapi ada tambahan pompa-pompa kecil ada tujuh, itupun belum mengcover, kalau tidak hujan ya menunggu sehari, kalau pompa optimal semua ya bisa cepat surut, apalagi kami sudah setahun penuh melakukan normalisasi sungai," jelasnya.

Camat Suroto menambahkan, solusi dari Wali Kota Semarang masih dirapatkan. "Seperti mungin penambahan pompa," ujarnya. (fgr/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#semarang #BANJIR #Wali Kota Semarang #Agustina Wilujeng #KALI TENGGANG