RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menggelar Workshop Lesson Study, Penandatanganan MoU, Open Class, dan Refleksi di RSGM, Selasa (25/2).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas kerja sama internasional guna mendukung implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kini Unimus menjalin kemitraan dengan sejumlah institusi di Malaysia untuk memperkuat bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Semarang Eny Winaryati menyampaikan ada empat fakultas dari Unimus yang bekerja sama.
Diantaranya Fakultas Sains dan Teknologi Pertanian (FSTP), Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (FIKKES), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), dan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora (FIPH).
Ia menambahkan output dari kolaborasi pembelajaran Indonesia-Malaysia ini juga dalam rangka membuka peluang bagi mahasiswa Unimus untuk magang di Malaysia.
Program ini diharapkan dapat memberikan pengalaman kerja di lingkungan global, meningkatkan kompetensi mahasiswa, serta memperluas jaringan profesional mereka.
"Dengan dosen-dosen Unimus itu hasil akhirnya adalah ada kegiatan magang. Jadi nanti magang tidak di Indonesia tapi di Malaysia," jelas Eny.
Tak hanya mahasiswa, kolaborasi ini juga mencakup studi banding bagi tenaga pendidik. Selain dengan dosen juga ada tenaga pendidik dari sekolah di bawah naungan Muhammadiyah untuk bertukar pengalaman dan wawasan dengan para akademisi di Malaysia.
Melalui studi banding ini, tenaga pendidik Unimus dapat mengadaptasi metode pengajaran terbaru serta memperkuat kerja sama akademik antar institusi.
"Nanti akan ke arah kegiatan kolaborasi dari guru-guru dengan sekolah-sekolah yang ada di Malaysia. Nanti mungkin mereka bisa studi banding, pembelajaran kolaborasi atau lesson study dengan di Malaysia," imbuhnya.
Selain itu dalam rangka mewujudkan Tri Darma Perguruan Tinggi di tingkat internasional, melalui kegiatan ini Unimus juga akan melaksanakan pengabdian masyarakat di Malaysia. Tidak hanya di dalam negeri, tapi cakupannya lebih luas.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan tenaga pendidik dari berbagai sekolah tingkat SD, SMP, hingga SMA. Eny menyebut, pengabdian masyarakat ini bisa dilakukan di sekolah-sekolah yang ada di Malaysia, kemudian juga praktik langsung kepada masyarakat.
"Jadi justru dampak hasilnya lebih banyak. Iya, Tri Dharma Internasional karena Unimus sudah unggul. Setelah unggul itu apa mesti harus kegiatannya harus banyak untuk internasional," tandasnya.
Ke depan, Unimus berencana untuk terus memperluas kolaborasi dengan lebih banyak institusi di Malaysia, guna memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi serta meningkatkan daya saing lulusan di tingkat internasional. (kap)
Editor : Tasropi