Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Siswi SMKN 10 Semarang Tewas Tertabrak Kereta Api Harina di Perlintasan Kokrosono, Begini Kronologinya

Muhammad Hariyanto • Jumat, 14 Februari 2025 | 02:25 WIB
Motor korban ringsek setelah tertabrak kereta.
Motor korban ringsek setelah tertabrak kereta.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Seorang pelajar warga Jatibarang Kecamatan Mijen meninggal  tertabrak kereta api dan meninggal di lokasi kejadian, Kamis (13/2/2025) sekitar pukul 16.00. 

Lokasi kejadian berada di perlintasan rel kereta api KM 01+526, persisnya Kokrosono, Semarang Utara, Kamis (13/2/2025) sekitar pukul 16.00.

Korban merupakan siswi SMKN 10 ini tertabrak kereta api Harina jurusan Bandung menuju Surabaya.

Kerasnya benturan, motor dan korban juga terpental hingga kejauhan sekitaran 15-20 meter dari titik awal kejadian. Korban juga luka parah, selain itu, motor korban mengalami ringsek hancur tak terbentuk. 

Saksi mata, Ardi mengatakan, peristiwa bermula ketika korban mengendarai sepeda motor sendirian dari arah Utara menuju ke arah Selatan.

Sesampai perlintasan tersebut, korban diduga nekat menerobos palang pintu yang sudah tertutup lantaran akan ada kereta yang melintas. 

"Korban bertiga, tapi dia sendirian. Palang udah nutup, dia (korban) masuk. Temennya boncengan, yang ketabrak sendiri. Korban siswi SMK 10," ungkapnya di lokasi kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (13/2/2025).

Belum berhasil melintas, nahas korban tersambar kereta yang melintas dari barat menuju timur, atau mengarah ke Stasiun Poncol, Kota Semarang. Dua temannya yang tidak mengikuti jejak korban, selamat. Namun syok berat.

"Temannya lemes banget, nangis terus. Ya mungkin karena dia liat kejadiannya langsung," jelasnya. 

Pihak sekolah korban juga mendapat kejadian ini. Salah satu pihak sekolah, Ketua Jurusan Sekolah korban, Harry mengaku terkejut mendapat kabar tersebut dari siswanya melalui komunikasi handphone, sekitar pukul 16.17.

"Korban mau pulang, diduga menerobos infonya. Kan dia pulang bareng temannya, terus palang dah ditutup dia nerobos," bebernya. 

Baca Juga: Sah, Ini Daftar Nomor Punggung Pemain Timnas U20 Saat Lawan Iran Nanti Malam

Rekan korban, Farhan, 18, mengaku, sempat nongkrong sebentar sebelum pulang sekolah. Tak disangka, temannya tersebut malah mengalami musibah tertabrak kereta api. 

"Habis nongkrong, habis itu pas pulang udah ada kejadian. Salah satu adek kelas saya manggil saya. Terus saya tanya siapa yang ditabrak katanya Sabrina," imbuhnya.

Pihak sekolah juga langsung menghubungi orang tua korban. Kepolisian yang mendapat laporan dari warga terkait kejadian ini, langsung menuju lokasi melakukan olah TKP.

Selanjutnya, jenazah korban kini dibawa ke RSUP Kariadi keperluan selanjutnya.

 

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo membenarkan bahwa KA Harina (100) dengan relasi Bandung-Surabaya tertemper sepeda motor di Perlintasan Sebidang Terjaga pada Km 1+4/5 petak jalan antara Stasiun Jerakah - Stasiun Senarang Poncol Kota Semarang pada Kamis (13/2/2024) pukul 16.13.

Disinyalir, pengendara sepeda motor menerobos palang pintu yang sudah ditutup dan sirine sudah berbunyi dari arah utara ke arah selatan.

Masinis KA Harina juga telah membunyikan suling lokomotif secara berulang sebelum melewati perlintasan sebidang tersebut. 

Dari kejadian tersebut, tidak ada kerusakan pada lokomotif maupun rangkaian kereta, namun KA Harina (100) mengalami keterlambatan sebanyak 2 menit akibat berhenti dan melakukan pemeriksaan di Stasiun Semarang Poncol paska kejadian.

Setelah kejadian Tim Pengamanan KAI Daop 4 Semarang segera berkoordinasi dan menghubungi kepolisian setempat, dan saat ini korban telah ditangani oleh Laka Lantas Polrestabes Semarang.

"Kami menegaskan kembali kepada masyarakat pengguna jalan sesuai UU no 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU no 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas angkutan jalan, bahwa pengendara wajib mendahulukan perjalanan KA ketika akan melewati perlintasan sebidang" ungkap Franoto, melalui rilis, Kamis (13/2/2025).  (mha/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#harina #PELAJAR #KERETA API