RADARSEMARANG.ID, Semarang—Setelah mangkrak selama 10 tahun, akhirnya Balai RW VI Kelurahan Peterongan, Semarang Selatan berhasil diselesaikan.
Bangunan dengan ukuran sekitar 8x15 meter ini Minggu (12/1/2025) pagi diresmikan oleh Lurah Peterongan Ermawati.
Menurut Ketua RW VI Imam Sutarto, selama hampir 1 tahun, pihaknya menyelesaikan pembangunan balai RW tersebut bersama warga RT 1-9 di wilayah RW VI.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama yang baik dengan semua warga RT 1-9 akhirnya pembangunan balai RW ini bisa diselesaikan,” kata Sutarto kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Dia menjelaskan, penyelesaian balai RW itu menghabiskan biaya hingga Rp 190 juta. Selain berasal dari anggaran Pemkot Semarang, pembangunan juga dibiayai swadaya warga yang hampir mencapai 30 persen.
“Tanpa bantuan para donatur dan bantuan tenaga serta material dari warga, kami tak bisa menyelesaikan pembangunan balai RW ini. Karena itu, kami sangat mengucapkan terima kasih,” ujar pria yang masih single ini.
Sutarto berharap, warga bisa memanfaatkan balai RW dengan sebaik-baiknya, termasuk menjaga kebersihan dan merawatnya.
Menurut dia, balai RW bisa dipakai untuk aktivitas warga seperti pertemuan PKK, senam, bulu tangkis, bahkan resepsi pernikahan.
“Paling tidak balai RW ini bisa untuk 150-200 tamu undangan. Nanti di bagian depan dan samping bisa ditambah tenda,” katanya.
Satu PR yang belum selesai dari balai RW ini adalah pembangunan kanopi di bagian depan.
“Ya, nanti bertahap, mudah-mudahan segera ada dana, sehingga bisa membangun kanopi di teras depan,” harapnya.
Lurah Peterongan Ermawati memberikan apresiasi atas keguyuban warga RW VI sehingga mampu menyelesaikan pembangunan balai RW yang megah.
Dikatakan, dari 8 RW di wilayah Kelurahan Peterongan, barangkali hanya RW VI yang memiliki balai RW yang besar dan bisa menampung hingga ratusan orang.
“Saya titip supaya warga bisa menjaga kebersihan dan keamanannya. Selain itu, balai RW ini bisa digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat bagi warga,” ujarnya.
Peresmian balai RW VI dilakukan dengan pengguntingan pita oleh Lurah Peterongan serta pemotongan tumpeng oleh ketua RW VI.
Acara tersebut dihadiri Bhabinkamtibmas Aipda Yudha dan Babinsa Kelurahan Peterongan, Ketua LPMK Peterongan Dicky Hutapea serta seluruh ketua, sekretaris dan bendahara RT 1-9.
Yang menarik, ibu-ibu PKK tampil dengan busana kasual dan ada juga yang mengenakan kebaya dan baju penari layaknya sang putri raja. (aro)
Editor : H. Arif Riyanto