RADARSEMARANG.ID, Semarang - Lawang Sewu selalu menjadi jujukan wisatawan ketika datang ke Kota Semarang. Di sini, menyimpan sejarah menarik yang terletak di pusat kota.
Terlebih, semenjak dibukanya kembali basement Lawang Sewu yang dikenal dengan nama Kelderverkenning.
Nampak pengunjung memadati loket untuk mendapatkan tiket masuk seharga Rp 25 ribu, aslinya Rp 50 ribu.
Harga ini merupakan potongan 50 persen yang diberikan khusus saat momen Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Nilai ini terpisah dengan tiket masuk.
Riesta Junianti selaku Corporate Branding n Communication mengatakan memang saat ini yang menjadi daya tarik wisatawan adalah Kelderverkenning. Apalagi, wahana khusus ini terakhir dibuka pada 2014 silam, dan baru di buka kembali 2024.
"Sudah 10 tahun. Kita buka kembali untuk menarik wisatawan yang ingin mengetahui sejarah bawah tanah seperti apa. Karena banyak berita beredar bahwa basement adalah bekas penjara, menyeramkan dan sebagainya. Kami mau menutup stigma negatif seperti itu," katanya pada Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (28/12/2024).
Meski baru dibuka beberapa hari, ia menilai antusiasme pengunjung karena penasaran sangat tinggi.
Ia mengatakan, pengunjung diberikan kesempatan untuk menikmati dan menelusuri wisata basement sekaligus edukasi wisata bawah tanah.
Ia menjelaskan dalam satu rombongan, akan berisi 8 orang ditambah pemandu 1 orang. Saat mengikuti wahana ini, tidak diperbolehkan membawa alat komunikasi apapun.
"Jadi fokus bersama pemandu, akan dijelaskan dan menelusuri selama 15 menit di bawah tanah, pengunjung wajib pakai alat pelindung diri yang telah disediakan," tambahnya.
Selain itu, wahana lain yang tak kalah menjadi favorit pengunjung yakni Immersive yang menyuguhkan cerita sejarah kereta api. Tak hanya gambar foto saja, di wahana ini ditunjukkan gambaran sejarah menggunakan digital.
Salah seorang pengunjung yang mencoba wahana Kelderverkenning, Vivi mengatakan sengaja berkunjung ke Lawang Sewu untuk mencoba petualangan ini.
Ia bersama pasangannya penasaran seperti apa kondisi di basement Lawang Sewu, pasalnya selama ini tidak ada gambaran hanya ada ceritanya saja.
Pengalamannya 15 menit di dalam basement, ia merasakan sesek. Menurutnya hal itu karena kondisinya udara lembab, gelap. Hal ini membuatnya menilai cukup seram.
Ia juga mengungkap, ada sisi horor sedikit namun itu dari perasannya pribadinya saja.
"Mungkin kalau horor perasaan sendiri. Saya dan pasangan di paling belakang, agak horor kalau mau nengok ke belakang. Tapi sesekali melihat dia karena pegang senternya jadi senternya cuma ada 3 dan tidak boleh ada handphone," ucapnya.
Meski begitu, ia merasakan keseruan bisa menikmati wisata basement Lawang Sewu ini. Awalnya ia berpikir jika ruang ini seperti gua alam, namun ternyata gorong-gorong buatan manusia saja.
Menurutnya cukup menantang adrenaline, bikin deg-degan. Saat sudah di dalam, ia menyebut harus hati-hati meski pakai sepatu boots karena ada air dan khawatirnya terdapat lubang.
"Saya bilang sesek karena lebarnya kurang dari 2 meter, sempit. Kalau tingginya lumayan. Rasanya pengen cepat-cepat keluar, rasanya gak betah sih. Memang bukan wisata yang nyaman, indah gitu tapi kalau untuk menantang oke lah," tutur wanita asal Jakarta ini.
Hingga saat ini, pengunjung di momen liburan ini mencapai 5.000an orang. Diperkirakan hingga akhir tahun akan menembus 7.000 pengunjung.
Terlebih manajemen sudah menyiapkan beberapa persiapan menyambut malam tahun baru dengan beragam perayaan. Seperti menampilkan Romantic Lawang Sewu, band, hingga menonton film bersama. (ifa/bas)
Editor : Baskoro Septiadi