RADARSEMARANG.ID, Semarang - Cuaca buruk saat pergantian tahun mengakibatkan tiga perahu nelayan Tambaklorok Semarang porak-poranda.
Dua perahu rusak, satu perahu diantaranya hilang diterpa ombak dan angin kencang.
Adalah Solikin. Warga RT 4 RW 16, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara.
Diceritakan, pada Minggu (22/12) sekitar pukul 03.00 pagi, ketika hendak pulang dari mencari ikan tengiri di tengah laut. Perahu hendak disandarkan ke dermaga.
Namun, setelah dilihat perahu mengalami banyak kebocoran karena menabrak batu dan mesin rusak. Hingga, perahu tenggelam.
"Kalau pagi ini kelihatan perahunya, karena lautnya surut, tapi ombak dan anginnya besar" jelas Solikin.
Sebelumnya, nelayan lain, Angkadi, RT 2 RW 15, Kelurahan Tanjung Mas lebih parah.
Diceritakan, pada Kamis (19/12) lalu, sekitar pukul 11.00, saat pulang setelah mencari kerang hijau.
Terdapat ombak besar dan angin kencang, hingga perahunya tenggelam.
Saat kejadian, dirinya menyuruh keponakannya pegang termos pengambang untuk pegangan saat berenang.
"Waktu itu kan saya dengan keponakan saya, sekitar satu kilometer berenang," jelasnya.
Diakui, sebelum tersapu ombak, dirinya mencium bau tak sedap. Pindah lagi, dan masih bau.
"Ini pasti ada tanda-tanda yang tidak mengenakkan, tidak ada ombak dan tidak ada angin, tiba-tiba langsung kejadian," ujarnya.
Hingga saat ini Selasa (24/12), perahunya tidak ditemukan. Padahal sudah disisir dari tempat kejadian.
Ia menambahkan, perahu nelayan lain, Badi juga rusak pada Kamis (19/12) malam akibat ombak dan angin kencang.
"Sehingga ada tiga perahu yang rusak, satu tenggelam punya saya," ungkapnya.
Atas kejadian ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang memberikan bantuan logistik berupa sembako untuk beberapa hari kepada para nelayan yang terdampak.
"Ini sebagai musibah, sehingga kami memberikan bantuan sembako untuk aktivitas dapur beberapa hari ke depan" jelas Kepala Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro Pudyo Martantono.
Endro menambahkan, curah hujan, gelombang tinggi, dan angin kencang akhir-akhir ini terjadi di Indonesia. "Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada," himbaunya.
Sementara itu, Ketua Forum KUB Nelayan Wilayah Timur Kota Semarang, Suhartono, sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh BPBD Kota Semarang karena merupakan perhatian dari pihak Pemerintah Kota Semarang.
"Mudah-mudahan teman-teman nelayan diberikan keselamatan, teman-teman nelayan pun bisa waspada," himbaunya. (fgr/bas)
Editor : Baskoro Septiadi