RADARSEMARANG.ID, KOTA Semarang, ibu kota Provinsi Jawa Tengah, menyimpan banyak cerita menarik di balik pasar-pasar tradisionalnya yang telah berdiri sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu.
Berikut adalah beberapa pasar legendaris yang menjadi saksi perkembangan Kota Semarang:
1. Pasar Johar
Pasar Johar merupakan pasar tertua dan terbesar di Semarang yang dibangun pada masa kolonial Belanda tahun 1860.
Nama "Johar" berasal dari pohon Johar yang dulunya tumbuh di sekitar pasar.
Arsitekturnya yang dirancang oleh Thomas Karsten pada tahun 1933 menggunakan sistem cendawan (mushroom) yang unik dan menjadi salah satu pasar termodern di Asia pada masanya.
Pasar Johat dulunya merupakan tempat berkumpulnya para pedagang dari berbagai etnis dan pernah menjadi pusat perdagangan rempah-rempah terbesar di Jawa Tengah.
Pasar ini sempat mengalami kebakaran besar pada tahun 2015, namun kini telah direnovasi.
2. Pasar Peterongan
Pasar Peterongan yang berlokasi di Jalan MT Haryono.
Pasar ini telah ada sejak zaman kolonial dan namanya konon berasal dari kata "Pete" yang berarti parkir, karena dulunya area ini merupakan tempat parkir kereta kuda.
Pasar Peterongan terkenal dengan kuliner tradisionalnya, terutama nasi pindang dan berbagai jajanan khas Semarang.
Para penjual jamu tradisional yang sudah turun-temurun juga menjadi ciri khas pasar ini.
3. Pasar Gang Baru
Di kawasan Pecinan, berdiri kokoh Pasar Gang Baru yang sudah ada sejak tahun 1900-an.
Pasar ini menjadi bukti nyata akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa di Semarang.
Terkenal dengan penjualan bahan makanan khas Tionghoa, Pasar Gang Baru menjadi tujuan utama warga saat menjelang perayaan Imlek.
Arsitektur bangunannya masih mempertahankan gaya kolonial, dan banyak toko obat tradisional Tiongkok yang sudah berusia ratusan tahun masih beroperasi di sini.
4. Pasar Bulu
Pasar Bulu, yang juga merupakan salah satu pasar tertua di Semarang, memiliki keunikan tersendiri dengan area kulinernya yang buka 24 jam.
Nama "Bulu" diambil dari nama daerah tempat pasar ini berada.
Selain menjadi pusat grosir tekstil dan pakaian, pasar ini memiliki lorong-lorong khas yang menyimpan banyak cerita sejarah.
Banyak pedagang di Pasar Bulu yang telah berjualan secara turun-temurun, menjaga tradisi dan kualitas dagangan mereka.
5. Pasar Ya'ik
Di kawasan Kauman Semarang, terdapat Pasar Ya'ik yang terkenal dengan penjualan bahan-bahan pembuat jamu dan rempah-rempah tradisional.
Nama "Ya'ik" konon berasal dari kata "Baik" yang dalam pengucapan Jawa menjadi "Ya'ik".
Lokasinya yang strategis dekat Masjid Kauman yang bersejarah menambah nilai historis pasar ini.
Para pedagang di Pasar Ya'ik masih banyak yang menggunakan sistem dagang tradisional, menjaga warisan budaya leluhur.
Pemerintah Kota Semarang terus berupaya melestarikan pasar-pasar legendaris ini melalui berbagai program renovasi dengan tetap mempertahankan nilai sejarahnya.
Penataan pedagang yang lebih teratur, promosi wisata berbasis sejarah dan budaya, serta pembinaan pedagang tradisional terus dilakukan.
Pasar-pasar ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat perdagangan, tetapi juga menjadi warisan budaya yang harus dijaga untuk generasi mendatang.
Setiap sudut dan lorongnya menyimpan cerita yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Kota Semarang, kota yang kaya akan nilai sejarah dan keberagaman budaya.(mg35)
Editor : Tasropi