RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Dalam upaya memperkaya dunia pendidikan seni, mahasiswa program Doktor (S3) dan Magister (S2) Pendidikan Seni Universitas Negeri Semarang (UNNES) angkatan 2024 akan menggelar Seminar Nasional dan Pameran Data yang bertajuk “Guna Kala Widyaloka”.
Acara bergengsi ini dijadwalkan berlangsung pada tanggal 21 dan 23 November 2024, dengan pembukaan resmi oleh Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UNNES.
Tema “Guna Kala Widyaloka” mengusung filosofi mendalam dari bahasa Sanskerta, menggabungkan konsep seni sebagai kepintaran, dinamika waktu, pengetahuan, dan tempat.
Dengan sentuhan estetika yang khas, tema ini menggambarkan pergerakan dinamis dunia pendidikan seni yang tersebar di berbagai belahan dunia, disajikan melalui seminar dan pameran data yang sarat manfaat.
Gallah Akbar Mahardika, ketua panitia yang juga merupakan mahasiswa doktoral Pendidikan Seni UNNES, menjelaskan bahwa tema ini diambil untuk mencerminkan keterkaitan antara seni dan ilmu pengetahuan dalam konteks global.
"Kami ingin menunjukkan bahwa seni tidak hanya sebagai ekspresi estetis, tetapi juga sebagai alat edukatif yang mampu menyumbang pada perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat," ujarnya penuh semangat.
Seminar yang akan digelar di Ruang Bundar Gedung Dekanat FBS UNNES ini akan menghadirkan berbagai narasumber unggulan dari berbagai disiplin seni.
Peserta seminar akan dibekali dengan pengetahuan terbaru dan tren terkini dalam pendidikan seni, serta kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan para ahli.
"Interaksi ini sangat penting untuk membuka pikiran dan memperkaya pemahaman kami tentang peran seni dalam konteks pendidikan dan sosial," tambah Gallah.
Pada hari Sabtu, 23 November, Semarang Creative HUB akan menjadi saksi dari Pameran Data yang menampilkan hasil penelitian 29 mahasiswa, terdiri dari 7 mahasiswa S3 dan 22 mahasiswa S2. Karya-karya ini mencakup berbagai disiplin seni, termasuk Seni Rupa, Seni Tari, dan Seni Musik.
Achmad Zairin, salah satu peserta pameran dari program magister Seni UNNES, menyatakan antusiasmenya.
"Pameran ini memberikan kami kesempatan untuk mempresentasikan penelitian kami kepada publik. Ini juga menjadi ajang untuk mengaplikasikan teori yang kami pelajari ke dalam praktik nyata yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas," ungkapnya dengan bangga.
Acara ini tidak lepas dari keterlibatan para pakar seni ternama yang menjadi pembahas dan kurator. Prof. Tjetjep Rohendi Rohidi, MA., seorang ahli antropologi seni dari UNNES, akan memimpin pameran data.
"Melihat karya-karya mahasiswa yang inovatif dan kritis memberikan harapan besar bagi masa depan seni di Indonesia. Ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki potensi luar biasa dalam mengembangkan seni yang relevan dan bermanfaat," ujar Prof. Tjetjep
Selain itu, Prof. Dr. Djuli Djatiprambudi, M.Sn., Dr. Rr. Paramitha Dyah F., M.A., dan Dr. Dian Herdiati, M.Pd., juga akan memberikan masukan berharga kepada para peserta.
Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan perspektif baru dan memperkaya diskusi selama pameran berlangsung.
Dr. Agus Cahyono, M.Hum., Koordinator Program Studi S3 Pendidikan Seni UNNES, menyampaikan harapannya agar acara ini dapat menarik minat masyarakat luas terhadap kajian seni.
"Kami ingin masyarakat memahami bahwa seni memiliki nilai edukatif dan sosial yang tinggi. Melalui seminar dan pameran ini, kami berharap dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk menghargai dan mendukung pengembangan seni di Indonesia," ujarnya.
MS Viktor Purhanudin, seorang dosen pendidikan seni di salah satu kampus di Salatiga, berencana membawa mahasiswanya ke pameran tersebut.
"Ini kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa untuk melihat langsung bagaimana seni dapat diterapkan dalam penelitian dan praktik. Semoga ini dapat memotivasi mereka untuk lebih mendalami bidang seni," katanya.
Dengan rangkaian acara yang kaya dan partisipasi dari berbagai pihak, Seminar Nasional dan Pameran Data “Guna Kala Widyaloka” diharapkan menjadi momentum penting dalam memajukan pendidikan seni di Indonesia.
Gallah Akbar menutup dengan optimisme, "Kami yakin acara ini akan memberikan dampak positif dan membuka peluang kolaborasi di masa mendatang, baik di tingkat nasional maupun internasional."
Bagi yang berminat untuk hadir, informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs resmi UNNES atau menghubungi panitia melalui nomor kontak yang tersedia.
Acara ini terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi ajang inspiratif bagi kalangan akademisi, praktisi, dan pecinta seni untuk terus menggali dan mengembangkan seni sebagai ilmu pengetahuan yang dinamis dan berdaya guna.(sas)
Editor : Tasropi