Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pengakuan Tersangka Pembunuh Perempuan di Kamar Hotel Johar Semarang, Ternyata karena Sakit Hati Dikatain Ini

Muhammad Hariyanto • Senin, 11 November 2024 | 21:52 WIB
Pelaku Pembunuhan ketika digelandang di Mapolrestabes Semarang. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
Pelaku Pembunuhan ketika digelandang di Mapolrestabes Semarang. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Tersangka dan motif kasus pembunuhan di kamar hotel Johar Semarang terungkap. 

Tersangka bernama Eko Prasetyo, 22, warga Kiringan Selatan, Kelurahan Jetis Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang. Terlihat pria ini berjalan tertatih-tatih akibat luka tembak di kaki bagian kanan. 

Tindakan tegas tersebut terpaksa dilakukan oleh kepolisian, lantaran tersangka berusaha kabur saat dilakukan penangkapan oleh petugas gabungan Satreskrim Polrestabes Semarang dan Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng, di terminal Kabupaten Boyolali, Minggu (10/11/2024) dini hari. 

"Iya, itu pas saya sedang di ngopi, di Terminal Boyolali," ungkap tersangka Eko saat dihadirkan press rilis di Mapolrestabes Semarang, Senin (11/11/2024). 

Korban diketahui bernama Nadia Juni Setya Utami, 25, warga Candi Persil, Kaliwiru, Kecamatan Candisari.

Mayat perempuan ini ditemukan sudah membusuk di bawah kolong kasur kamar hotel nomor 24, oleh karyawan hotel pada Sabtu (9/11/2024). 

Eko membeberkan, pembunuhan ini bermula saat datang ke Kota Semarang dan kemudian menginap di hotel tersebut Selasa (5/11/2024).

Pengakuan tersangka, ke Kota Semarang kabur dari rumah lantaran sedang ada masalah dengan isterinya. 

"Saya ya kabur dari istri, ya, dari orang tua. Saya sudah berkeluarga, punya anak dua. Kerjaan saya jualan siomay di daerah Kaliwungu (Kabupaten Semarang," bebernya. 

Selama tidur di kamar hotel, tersangka melakukan tiga kali open BO dengan perempuan yang didapat dari aplikasi Michat.

Yakni pada Rabu (7/11/2024), pada pukul 02.00 dan pukul 18.00. Kemudian, open BO yang ketiga adalah korban, Kamis (7/11/2024) sekitar pukul 15.30.

Namun saat korban datang, pelaku komplain karena tidak sesuai dengan photo wajah yang di aplikasi michat.

Tapi korban tetap meminta karena sudah pesan harus dipakai. Kemudian pelaku dan korban melakukan hubungan intim. 

"Kalau harga di michat itu Rp 700 ribu, dealnya Rp 500 ribu. Awalnya saya sempat saya tolak saya kasih Rp 100 ribu (cuma-cuma), tapi dia tetap nolak," ujarnya. 

"Saya (komplain) kok beda sama yang dipoto (foto profil michat). Yang difoto aja bagus. Bodinya masuk, bodinya bagus, putih, cantik pokoknya. Tapi yang datang, enggak. Enggak masuk," bebernya. 

Setelah kurang lebih 45 menit melakukan hubungan badan dengan tersangka, korban masuk ke kamar mandi.

Rupanya, perkataan komplain tersebut dibalas oleh korban, dengan perkataan yang membuat tersangka tersinggung. 

"Saya sakit hati karena yang korban itu ngomong dengan nada tinggi. Kamu itu wong lanang lemu kok order-order michat mas-mas, rak penak penaki wong," katanya menirukan ucapan korban. 

Merasa sakit hati, tersangka mengikuti korban yang keluar dari dalam kamar mandi, dan langsung melakukan aksi pembunuhan, kamis (7/11/2024) sekitar pukul 15.30. 

Awalnya korban dipojokkan pelaku di tembok dan korban sempat berteriak minta tolong sebanyak 2 kali. Lalu korban dijatuhkan kebawah oleh pelaku dan dicekik.

Kemudian menginjak leher korban sekali dan injak dada korban sekali hingga korban tak bergerak. 

"Saya dorong ke kamar mandi saya cekik, hampir 5 menit. Setelah meninggal, saya pindahkan sekitar jam setengah 8 malam," jelasnya. 

Setelah melakukan pembunuhan, pelaku masih di dalam kamar melihat TV dan merokok. Hingga pada akhirnya, menemukan akal menyembunyikan korban ke kolong kasur, sekitar pukul 20.00. 

"Malam itu saya gak bisa tidur. Kalau mau saya taruh di kamar mandi, nanti resepsionisnya langsung tahu. Makanya saya langsung dorong pakai kaki ke bawah kasur itu," bebernya. 

Setelah itu, pelaku keluar kamar pada esok paginya, Jumat (8/11/2024) sekitar pukul 06.00. Tersangka juga sempat menyampaikan keluar makan kepada resepsionis hotel. Namun, pada akhirnya tidak makan melainkan kabur. 

"Saya keluar, pamit sama yang punya hotel, mau cari sarapan dulu, sama mau tarik tunai gitu. Tapi saya enggak sarapan. Dari Jum'at pagi, saya langsung cari angkot yang ke arah Terboyo," bebernya. 

Karyawan hotel sempat mengetuk pintu kamar yang disewa tersangka pada pukul 13.00. Tujuannya, untuk mengkonfirmasi chek out atau diperpanjang sewa kamar. Namun tidak ada jawaban dari dalam kamar tersebut.

Hingga pada akhirnya, esok harinya petugas hotel mencium bau menyengat, di kamar hotel nomer 24, Sabtu (9/11/2024) sekitar pukul 08.00. 

"Selesai Terboyo ke Boyolali (terminal). Baru kali ini (pesan cewek), lihat-lihat di Medsos, Pak. Di TikTok," pungkasnya. 

Selanjutnya pegawai hotel menghubungi SPKT Polrestabes Semarang. Tim inafis Polrestabes Semarang yang mendapat laporan juga langsung menuju lokasi melakukan olah TKP. Hasilnya ditemukan adanya bekas cekikan di leher korban. 

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar menyebutkan, barang berharga milik korban berupa Handphone juga dibawa kabur pelaku. 

"Handphone milik korban diambil pelaku, termasuk kunci kamar hotel juga dibawa yang bersangkutan (pelaku)," katanya. (mha/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#PEMBUNUHAN #Polrestabes Semarang #Hotel Johar Semarang