Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kajian Plus Sholawat 2 Tempat di Semarang Bersama Ustadz Prof KH Abdul Somad dan Habib Hamid bin Sholeh Ba Agil, Cek Disini!

Falakhudin • Minggu, 10 November 2024 | 13:30 WIB
Kajian Plus Sholawat 2 Tempat di Semarang bersama Ustadz Prof KH Abdul Somad dan Habib Hamid bin Sholeh Ba Agil
Kajian Plus Sholawat 2 Tempat di Semarang bersama Ustadz Prof KH Abdul Somad dan Habib Hamid bin Sholeh Ba Agil

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Kabar gembira bagi para Pemburu Sholawat dan Pecinta Sholawat di manapun berada.

Hari ini akan ada acara Kajian dan sholawatan yang akan dibawakan oleh Habib Hamid bin Sholeh Ba’Agil dan Ustadz Prof KH Abdul Somad Batubara  Lc D E S A PhD.

Siapa sih yang tidak kenal dengan beliau, yang setiap acara pengajian dan sholawatan selalu dibanjiri oleh puluhan ribu jamaah dari berbagai kota dan daerah mana saja.

Ada Magnet Mahabbah kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam yang membuat para jamaah berduyun-duyun untuk menghadiri acara tersebut.

Baca Juga: Jadwal Sholawat Majelis Az Zahir Bulan November 2024

Baca Juga: Jadwal Majelis Gandrung Nabi Bulan November 2024

Baca Juga: Makna, Sejarah, Keutamaan dan 10 Amalan Bulan Jumadil Awwal

Baca Juga: MELUAP! Meski Hujan, Puluhan Ribu Jamaah Hadir di KPU Kota Semarang Bersholawat Bersama Majelis Az Zahir

Ustadz Prof KH Abdul Somad Batubara  Lc D E S A PhD, atau yang lebih dikenal dengan Ustadz Abdul Somad ( UAS ) lahir di Silo Lama, Asahan, Sumatara Utara pada tanggal 18 Mei 1977.

Ustadz Prof KH Abdul Somad Batubara merupakan seorang pendakwah dan ulama Indonesia yang sering mengulas kajian agama Islam, khususnya kajian ilmu hadis dan ilmu fikih. 

Pria kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara, 18 Mei 1977 ini dalam ceramahnya banyak mengangkat berbagai macam masalah agama terutama kajian hadis dan ilmu fikih. 

Tidak jarang Ustadz Prof KH Abdul Somad Batubara juga mengambil tema kebangsaan.

Ustadz Prof KH Abdul Somad Batubara memiliki darah Batak-Melayu. 

Ayahnya keturunan Batak sedangkan sang ibu Melayu. 

Sejak SD, UAS kecil memang sudah dididik di sekolah yang berlandaskan Tahfidz Al Qur’an. 

Baca Juga: Jadwal Sholawat Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf Bulan November 2024

Baca Juga: November, Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf akan Bersholawat di Semarang, Ini Jadwalnya!

Baca Juga: KPU Kota Semarang Bersholawat Bersama Majelis Az Zahir, Catat Jadwalnya

Baca Juga: Miras Diteguk Santri Ditusuk, Puluhan Ribu Santri Yogyakarta Demonstrasi Tuntut Pelaku Penusukan Dihukum Setimpal

Baca Juga: AJIB! Masjid Agung Jawa Tengah Baru An Nuur Magelang Diresmikan, Jadi Destinasi Wisata Religi Baru yang Siap Dikunjungi, Ini Fitur Lengkapnya

Setelah lulus dari SD Al Washliyah, dirinya pun melanjutkan sekolah ke MTs Mu’allimin al Washliyah.

Setelah tamat, Ustadz Prof KH Abdul Somad Batubara remaja sempat masuk Pesantren Darul Arafah Deliserdang Sumatera Utara selama setahun. 

Setelahnya, ia pindah ke Riau dan melanjutkan sekolah di Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, Indragini Hulu.

Selepas itu, ia pun kuliah di UIN SUSKA Riau selama 2 tahun.

Pada 1998, saat usianya 21 tahun, Ustadz Prof KH Abdul Somad Batubara menjadi bagian dari 100 orang Indonesia yang mendapatkan beasiswa dari pemerintah Mesir untuk kuliah di Al Azhar University. 

Ia mendapatkan gelar Lc dari universitas tersebut dalam kurun waktu 3 tahun 10 bulan.

Tahun 2004, Ustadz Prof KH Abdul Somad Batubara kembali menerima beasiswa yang dibuka oleh kerajaan Maroko untuk melanjutkan S2 di Daar al Hadits Al Hassania Institute. 

Kesempatan itu sangat terbatas, institut tersebut hanya menerima 20 murid setiap tahunnya, 15 untuk orang Maroko, sedangkan sisanya untuk warga asing.

Berbekal ilmu agama yang cukup, Ustadz Prof KH Abdul Somad Batubara menjadi penceramah agama hingga ia dikenal sebagai ustadz. 

Baca Juga: MEMBELUDAK! Ribuan Jama’ah Hadir di Semarang Bersholawat Bersama Majelis Gandrung Nabi dan Gus Muwafiq

Baca Juga: Haul Solo 2024 Habib Ali Bin Muhammad Al Habsyi, Panitia Siapkan 1,85 Ton Beras dan 260 Ekor Kambing

Baca Juga: Sukseskan Haul Solo Al Habib Ali Bin Muhammad Al Habsyi, Pemkot Siapkan 10 Lokasi Kantong Parkir, Ini Daftarnya

Baca Juga: Sosok Profil Gus Miftah dan Tugasnya Sebagai Utusan Khusus Presiden RI

Baca Juga: Sosok Prof. Dr. Abdul Mu’ti Alumni UIN Walisongo Semarang Yang Jadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah

Namanya tersohor karena materi ceramahnya sering diunggah ke youtube. 

Tak hanya orang Riau, tapi pelosok Indonesia pun bisa menyimaknya lewat jejaring media sosial tersebut.

Ulama yang kerap menggunakan peci hitam ini memiliki kajian-kajian yang tajam dan lugas. 

Banyak orang yang menyukai tausiahnya karena dikemas dengan menarik. 

Ceramahnya juga mudah dipahami oleh berbagai lapisan masyarakat. 

Selain sebagai ustadz, Ustadz Prof KH Abdul Somad Batubara juga menjadi dosen di beberapa Perguruan Tinggi Islam. 

Ia mengajar Bahasa Arab, Tafsir dan Hadits, dan Agama Islam. 

Tak hanya itu, ia juga anggota Komisi Pengkajian dan Keorganisasian, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau dan Sekretaris Lembaga Bahtsul Masal Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Riau.

Nama Ustadz Prof KH Abdul Somad Batubara mendadak ramai dibicarakan di dunia sosial media terkait komentarnya terhadap artis Rina Nose yang membuka hijabnya. 

Namanya kembali mencuat tatkala safari dakwahnya di Bali pada 8 Desember 2017 dijegal oleh kelompok ormas yang mengatas namakan Komponen Rakyat Bali (KRB) dan anggota DPD RI, Arya Wedakarna.

Namun, dengan keyakinan dan keberaniannya serta negosiasi yang alot, Ustadz Prof KH Abdul Somad Batubara akhirnya tetap berdakwah di Bali. 

Baca Juga: Sosok Profil Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, dari Imam Masjid menjadi Menteri Agama Indonesia

Baca Juga: Sejarah, Tujuan, Pengertian dan Alasan Pemerintah Menetapkan Hari Santri Nasional 22 Oktober

Baca Juga: Mengenal Sosok Profil KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq

Baca Juga: Profil K.H. Taj Yasin Maimoen, dari Santri untuk Negeri, Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah 2024-2029

Baca Juga: Sejarah Berdirinya Majelis Ta’lim dan Sholawat Az Zahir

Ia menolak dituduh sebagai ustadz yang anti NKRI, bahkan ia dengan lantang tidak akan tunduk atas intimidasi preman-preman berbungkus nasi.

Sedangkan Sholawat sendiri sangat dianjurkan, hal ini berdasarkan dalil firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala ﷻ dan hadis Nabi Muhammad ﷺ.

Anjuran membaca sholawat yang terdapat pada Al-Qur’an, Surat Al Ahzab ayat 56:     

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Innallâha wa malâ’ikatahû yushallûna ‘alan-nabiyy, yâ ayyuhalladzîna âmanû shallû ‘alaihi wa sallimû taslîmâ

Artinya: “Sungguh Allah dan malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi Muhammad ﷺ. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kalian untuk nabi. Ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Surat Al-Ahzab ayat 56).

Urgensi membaca Sholawat, terdapat beberapa hadis yang mengajak umat Islam untuk memperbanyak pujian kepada Nabi Muhammad ﷺ. 

Salah satu sabda Rasulullah ﷺ yang memotivasi kita adalah:

مَن صلَّى علَيَّ صَلاةً واحِدةً صلَّى اللهُ عليه عَشْرَ صَلواتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطيئاتٍ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجاتٍ

Man Sholla ‘Alayya Sholatan Waahidatan shalallahu ‘alaihi “Asyro Sholawat, Wahuththat ‘anhu ‘asyru khotoyatin, Warufi’at lahu ‘asyru darojaat.

Artinya: Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali, dihapus darinya sepuluh dosa, dan ditinggikan baginya sepuluh derajat. (HR. Muslim) 

Untuk itu bagi para Pemburu Sholawat atau Pecinta Sholawat dan Abdul Somad Fans wajib hadir dalam acara:

Baca Juga: Sejarah Berdirinya Majelis Dzikir dan Sholawat Gandrung Nabi

Baca Juga: Meluap! Ribuan Jama’ah hadir di PHBI Langensari Bersholawat bersama Majelis Gandrung Nabi

Baca Juga: Diawali dari semangat Al Habib Masyhur, Ini Sejarah Singkat Berdirinya Majelis Al Muqorrobin

Baca Juga: Membeludak! Ribuan Jamaah Bersholawat Bareng Habib Fauzi Rizal Bin Mashyhur Al Munawwar dan Majelis Grayak Al Muqorrobin di Kalibelang Wujil

1. Tabligh Akbar

Bersama Ustadz Prof KH Abdul Somad Batubara  Lc D E S A PhD dan para Habaib. 

Pembacaan Maulid akan dipimpin oleh Habib Hamid bin Sholeh Ba’Agil dan diiringi hadroh Rindu Rosul.

Hari dan Tanggal: Jum’at 22 November 2024

Pukul: 19.00 - 24.00 WIB

Lokasi : Balairung Astina, UTC Convention Hotel Semarang

Jalan Kelud Raya No.2, Petompon, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50237.

 

2. Kajian Spesial

Bersama: Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D., Datuk Seri Ulama Setia Negara

Hari dan Tanggal: Sabtu, 23 November 2024

Pukul: 03.30 WIB (Sholat Subuh Berjamaah) - Selesai

Baca Juga: Dikenal Sederhana dan Jadi Panutan, Sosok Gus Lik Kyai Terkemuka Asal Jamsaren Kediri Wafat

Baca Juga: Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Semarang Masa Khidmah 2024-2029 Resmi Dilantik

Lokasi: Masjid At Taufiq Banyumanik

Jalan Durian Raya No. 34, Srondol Wetan, Kec. Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah.

"Ilmu itu bagaikan binatang buruan, sedangkan pena adalah pengikatnya, maka ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat," kata Imam Syafi’i.

Yuk isi weekend kita dengan hal yang bermanfaat salah satunya tholabul ilmi.

Dan acara ini terbuka untuk jama’ah umum, silahkan menghadiri.

Sebarluaskan informasi ini, ajaklah teman, kerabat, dan keluarga menghadiri majelis yang penuh berkah ini. (fal/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#uas #Komponen Rakyat Bali #Ustadz Prof KH Abdul Somad Batubara Lc D E S A PhD #SD Al Washliyah #UTC Convention Hotel Semarang #Abdul Somad Fans #Surat Al Ahzab ayat 56 #Balairung Astina #Ustadz Prof KH Abdul Somad Batubara #Ustadz Abdul Somad #Arya Wedakarna #Daar al Hadits Al Hassania Institute #Pemburu Sholawat #Pecinta Sholawat #Habib Hamid bin Sholeh Ba Agil #Masjid At Taufiq Banyumanik #Mahabbah kepada Rasulullah #Madrasah Aliyah Nurul Falah #UIN SUSKA Riau #Sekretaris Lembaga Bahtsul Masal Nahdlatul Ulama #Majelis Ulama Indonesia (MUI)