RADARSEMARANG.ID – Data pernikahan di Kota Semarang mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hal ini dilihat dari gaya hidup anak muda apalagi generasi Z. Bahkan dalam tiga tahun terakhir ini.
Fenomena tren menunda pernikahan bisa di landasi beberapa faktor, seperti faktor emosi, ekonomi maupun pekerjaan.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kota Semarang, Sumari, mengungkapkan penurunan angka pernikahan ini juga dipengaruhi oleh perubahan regulasi terkait UU Perkawinan serta semakin tingginya pemahaman masyarakat tentang pentingnya mempersiapkan pernikahan secara matang.
"Data pernikahan di Kota Semarang pada 2022 tercatat mencapai 9.858. Namun, di 2023 angka ini menurun signifikan menjadi 9.245. Pada 2024, hingga bulan September, jumlah pernikahan tercatat baru sekitar 6.260. Saya perkirakan, pada akhir tahun nanti angka tersebut akan kembali mendekati 9.000," ungkap Sumari.
Tak hanya itu saja, dalam menurunnya tren angka pernikahan juga berdampak dari sosialisasi mengenai dampak pernikahan dini.
“Orang kini menyadari bahwa menikah bukan hanya soal memenuhi tradisi, tetapi memerlukan bekal yang cukup. Dulu, ada anggapan bahwa menikahkan anak lebih cepat akan meringankan beban. Sekarang, filosofi itu bergeser,” tambahnya.
Editor : Baskoro Septiadi