RADARSEMARANG.ID, Semarang - Setidaknya, 95 persen dari 60 kios di lantai dua PKL Kokrosono Semarang tidak ditempati.
Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (6/11), hanya delapan kios yang ditempati untuk berjualan.
Di antaranya penjual sparepart motor, servis kopling, dan servis elektronik.
Ripto, salah satu pedagang, kondisi ini sudah berlangsung sejak lima tahun yang lalu.
Pedagang yang dulu berjualan di lantai dua, ada yang memilih pindah jualan di tempat lain atau di lantai bawah.
"Karena sepi, para pembeli malas naik ke lantai dua," jelasnya.
Kondisi ini diperparah dengan situasi Pandemi Covid-19 waktu itu, hingga sekarang.
Imbasnya, omzet pedagang menurun drastis.
Agung, pedang sparepart sepeda motor, mengaku dulu masih ramai, omzet pendapatan mencapai Rp 5 juta per bulan.
"Kini mencari Rp 1 juta per bulan saja sulitnya minta ampun, kondisi ini sudah satu tahun terakhir," jelasnya.
Ia berharap pemerintah Kota Semarang bisa menata lebih baik kondisi PKL Kokrosono agar para calon pembeli merasa nyaman. (fgr/sls/bas)
Editor : Baskoro Septiadi