Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Duh! Komputer Tak Cukup untuk ANBK, SDN Kaligawe Semarang Terpaksa Pinjam Laptop Guru dan Sekolah Lain

Ida Fadilah • Rabu, 30 Oktober 2024 | 19:17 WIB
Siswa SDN Kaligawe melaksanakan ANBK dengan laptop pinjaman, Rabu (30/10/2024). NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG
Siswa SDN Kaligawe melaksanakan ANBK dengan laptop pinjaman, Rabu (30/10/2024). NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID, Semarang - SDN Kaligawe Kecamatan Gayamsari Semarang mengeluh kekurangan komputer untuk pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Padahal dalam pelaksanaan ujian ini, semestinya tersedia sarana dan prasarana komputer 15 unit untuk satu sesi ujian. 

"Kami memang di SDN Kaligawe terus terang kekurangan komputer atau laptop, kekurangan antara 5-7 unit. Idealnya ada 15. Sebetulnya semakin banyak semakin bagus," ujar Kepala SDN Kaligawe, Mulyono ditemui di sekolah, Rabu (30/10/2024). 

Alhasil, lanjut Mulyono, harus menggunakan laptop milik guru, kepala sekolah bahkan meminjam dari sekolah lain.

Oleh karenanya, UNBK yang berjalan selama dua hari ini bisa teratasi.

Ia menyebut dalam pelaksanaan UNBK ini diikuti dua rombongan belajar (rombel) yang berjumlah 30 siswa dan dibagi menjadi dua sesi. Setiap sesi membutuhkan 15 laptop. 

"Kita pinjam di luar 5 chromebook dari SDN Tambakrejo 1, alhamdulillah dipinjami sehingga ini bisa berjalan dengan lancar. Itu laptop kepala sekolah, guru semuanya dipakai, padahal guru juga membutuhkan untuk Program Profesi Guru (PPG)," tambahnya. 

Selain meminjam laptop pribadi guru, pihak sekolah pada dasarnya berupaya meminjam ke wali murid.

Namun karena mayoritas siswa dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah, mereka tidak punya. 

"Masyarakat kita menengah ke bawah, mereka untuk beli laptop mending dibelikan sepeda listrik. Saya sudah berkali-kali tolong yang punya laptop pinjam, itu bagi mereka barang mahal jarang mau dipinjamkan," keluhnya. 

Peminjaman laptop ini sebenarnya sudah berlangsung sejak dua tahun terakhir saat ANBK.

Pihaknya telah berupaya mengajukan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang.

Permintaan itu diakuinya memang dikirimkan melalui WhatsApp, belum secara proposal. Namun memang hingga kini belum turun. 

"Sudah mengajukan ke dinas, tapi secara priposal jujur belum, secara lisan dan tertulis melalui WA farid bagian sarpras. Dan jawabannya menyenangkan, 'kalau ada nanti diusahakan, kalau betul-betul ada bantuan komputer kaligawe diprioritaskan', tapi sampai sekarang belum turun," beber Mulyono. 

Di sisi lain, diakuinya dari BOS ada, setiap taun sudah dianggarkan beli laptop atau komputer dua, namun karena jangkanya terlalu lama sarpras yang lain rusak juga.

Ia berharap uluran tangan pemerintah ataupun swasta agar bisa mendapatkan komputer, laptop, ataupun chromebook seperti sekolah lain.

Pasalnya, di sekolah ini meski memiliki sarana terbatas juga membuka ekstrakurikuler komputer yang diikuti sekitar 20 siswa. 

"Kalau ada bantuan dari yang lain-lain syukur lagi dari dinas betul-betul terketuk dan ada. Itu nanti ektrakulikuler komputer tidak compang-camping. Karena kita juga malu ekstrakulikuler komputer 1 dipakai 5-7 anak," harapnya.

Sementara itu, di SDN Tugurejo 02 pelaksanaan ANBK sudah berlangsung Senin-Selasa (28-29/10/2024) kemarin.

Di sekolah ini tidak repot dengan kekurangan sarpras. Bahkan memiliki cadangan laptop sekolah sehingga ujian berjalan lancar. 

"Alhamdulillah sudah komplit dengan 15 chromebook plus cadangan laptop sekolah. Kendalanya hanya jaringan saja. Di SDN Tugurejo 02 lancar," tandasnya. (ifa/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#SDN Kaligawe #laptop #ANBK 2024