RADARSEMARANG.ID, Semarang - Siti Rukayyah, perempuan warga Pengapon, Rejomulyo, Semarang Timur dibuat penasaran oleh keberadaan kardus di tepi Jalan Krajan, Rowosari, Tembalang. Setelah dibuka, ternyata kardus tersebut berisi bayi.
Temuan terjadi sebulan lalu, persisnya pada Rabu (16/9/2024) sekitar pukul 13.15. Bermula saat perempuan ini diboncengkan suaminya, Bagus Prasetyo, mengendarai motor dari rumah untuk pergi ke daerah Rowosari.
Tiba-tiba motor yang dikendarai mengalami bocor ban, sebelum 200 meter lokasi penemuan bayi.
Kemudian, sang suami berinisiatif mencari jasa tambal ban, sembari menuntun sepeda motor. Sedangkan istrinya jalan kaki pelan mengikuti suaminya.
Sekitar kurang lebih 4 meter dari TKP, sang istri melihat ada kardus dan tas plastik warna hitam.
Karena penasaran, kemudian mendekati kardus dan setelah diintip ternyata berisi bayi laki-laki.
Kemudian bayi tersebut diambil dan gendong. Bayi ini juga sempat menangis. Kondisi kulitnya juga memerah diduga kepanasan.
Dalam kardus itu juga ditemukan secarik kertas yang menyertakan nama bayi yang lahir pada 15 September 2024.
Lantaran merasa prihatin dan khawatir, bayi tersebut dibawa menyusul suaminya di tempat tambal ban.
Saat akan dilaporkan ke Polsek Tembalang, bertemu dengan seseorang laki-laki dan menyarankan dibawa pulang saja manakala ingin mengasuh bayi tersebut. Sebab, kalau dilaporkan prosesnya rumit.
Namun pada akhirnya, pasangan suami istri ini bingung dan cemas lantaran bakal kesusahan untuk membuat surat akta kelahiran.
Setelah mendapat saran, kemudian melaporkan temuan ini ke Polsek Tembalang, Rabu (16/10/2024).
Kapolsek Tembalang, Kompol Wahdah Maulidiawati, mengatakan langsung merespon laporan dan mendatangi lokasi bersama tim Inafis Polrestabes Semarang melakukan olah TKP.
Selain itu, juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kecamatan Tembalang.
"Kami langsung melakukan tindakan sesuai prosedur, mulai dari mendata saksi-saksi, berkoordinasi dengan rumah sakit dan puskesmas terdekat, hingga mencari bukti pendukung seperti CCTV di sekitar lokasi penemuan bayi," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (17/10/2024).
Saat ini, Polisi juga terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa yang meninggalkan bayi tersebut.
Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan untuk bahan penyelidikan lebih lanjut. Sementara, bayi tersebut juga dalam kondisi stabil dan mendapatkan perawatan dari Dinas Sosial.
"Kita koordinasi dengan pihak UPTD dan Dinsos bahwa bayi akan diserahkan ke Dinsos pada hari Senin tanggal 21 September 2024," pungkasnya.
Diketahui, pembuangan bayi ini bukan kali pertama di wilayah Kecamatan Tembalang. Sebelumnya, juga pernah terjadi beberapa penemuan sama, ada yang sudah berupa orok. (mha/bas)
Editor : Baskoro Septiadi