RADARSEMARANG.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mempromosikan wisata di Kota Lama Semarang, Rabu (16/10). Melalui Festival Ibu Kota Nusantara (IKN), sejumlah potensi di wilayah tersebut dipamerkan.
Kepala Dinas Wisata Provinsi Kalimantan Timur Ririn Sari Dewi mengatakan, festival IKN merupakan rangkaian roadshow untuk mengenalkan daerah potensi pariwisata, ekonomi kreatif di daerah penyangga IKN.
Ia menuturkan, adanya IKN tentu memberikan kontribusi terhadap pembangunan Kalimantan Timur. Dalam festival ini melibatkan pelaku seni dan pelaku ekonomi kreatif.
"Kalau ada event ini orang bisa tahu potensi budaya tersebut. Ini harus diinformasikan ke daerah budaya-budaya kita," katanya.
Ia berharap festival ini bisa menjadi ajang saling mendukung antardaerah. Pihaknya memanfaatkan kesempatan ini untuk mempromosikan paket wisata yang ada di Kaltim. Ia menilai bisa dilakukan kerjasama dan kolaborasi terkait potensi wisata IKN.
"Sekarang banyak tempat instagramable. Peluang itu dibaca pelaku travel paket pariwisata di IKN, ke mangrove. Cukup diminati dan harganya cukup terjangkau kalau untuk Jawa tidak terlalu mahal. Nah peluang itu kami manfaatkan," tuturnya.
Ririn mencontohkan, paket yang disediakan bervariasi tergantung lokasi wisata dan banyaknya tempat yang dikunjungi. Mulai dari harga Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta.
"Ada yang Rp 2 juta sudah all in dengan hotelnya, transportasi, makan, dokumentasi, wisata. Itu cukup worth it. Setiap hari ada rombongan, sehari 300 pasti ada yang datang ke IKN," tambahnya.
Promosi wisata ini, lanjutnya, sementara dilakukan di Jawa karena memiliki penduduk terbanyak.
Pihaknya optimistis dengan potensi IKN ke depan dengan penetapan ibukota baru akan menambah kunjungan wisatawan di Kaltim.
Ia mengajak para pelaku ekraf dan wisata bergegas untuk bagaimana responsif terhadap kebutuhan dengan pertambahan penduduk, migrasi penduduk dan pelaku perjalanan yang pasti tinggi.
"Komponen jumlah wisata salah satu karena impact dengan keberadaan IKN otomatis meningkat, ekraf bergerak, penguatan di kabupaten kota dan fasilitasi pembinaan sebuah impact yang bagus ke depan. Kalau selama ini dipegang Bali dan Jawa," bebernya.
Pada event di Kota Lama ini, pihaknya mengajak 20 pelaku ekraf dan pengelola desa wisata. Dipilihnya Jateng karena menjadi salah satu role model pengembangan wisatanya. Ririn beserta rombongan juga menyempatkan diri ke Magelang.
Adapun selain di Semarang, rombongan juga akan menuju ke Surabaya dan Yogyakarta. (ifa/bas)
Editor : Baskoro Septiadi