RADARSEMARANG.ID, Semarang - Warga pemukiman RT 6 RW 3 Kalicari, Kecamatan Pedurungan Semarang mendukung event olah raga di GOR Sahabat.
Namun, warga mengeluhkan parkiran kendaraan pengunjung tempat olahraga tersebut.
Alasan warga, parkiran kendaraan kerap mengganggu aktivitas keluar masuk rumah termasuk kendaraan, utamanya warga bermukim yang berdekatan dengan bangunan tempat olahraga tersebut.
"Setiap ada event, pasti warga masyarakat sini resah. Kalau mau masuk rumahnya sendiri nggak bisa, karena terhalang kendaraan-kendaraan yang parkir. Harus nunggu sampai selesai baru kita bisa memasukkan," ungkap salah satu warga setempat, Heri Purnomo, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (10/10/2024).
Heri Purnomo menyebutkan, kendaraan yang parkir sepanjang depan pintu pemukiman warga ada mobil, termasuk kendaraan roda dua.
Keberadaan parkiran kendaraan ini juga mengganggu aktivitas keluar masuk warga menuju tempat ibadah tersebut.
Selain itu, warga sekitar juga dikeluhkan dengan kebisingan pada tengah malam. Termasuk juga dampak kegiatan ini, meninggalkan sampah yang berserakan didepan pemukiman warga.
"Kita nggak ada masalah sebetulnya, namanya olahraga, monggo kalau masalah olahraga kita mendukung, mencerdaskan bangsa," terangnya.
"Cuma kadang kalau sampe jam 12 malam, jam setengah 1 (malam) masih ramai. Kita warga masyarkat juga cukup resah waktunya untuk istirahat, mau nggak mau kan terganggu," jelasnya.
Pihaknya mengakui, keresahan ini dialami sudah bertahun-tahun ketika hanya ada event ditempat tersebut.
Bahkan, warga juga telah berinisiatif memasang tulisan dilarang parkir di depan pintu pagar pada rumah masing-masing.
"Tapi kenyataannya nanti kalau pas ada event olahraga itu pasti depan rumah untuk parkir semua, intinya itu," tegasnya.
Heri Purnomo juga menyebut, pihak pengelola maupun penyelenggara kegiatan tidak memberitahukan kepada warga setempat manakala menggelar event. Termasuk juga terkait pemasangan umbul-umbul event.
"Harapannya warga, intinya harus tertibkan parkirnya, ditata. Karena warga disini sudah sangat-sangat terganggu. Disitu kan kebetulan ada lapangan itu kosong, monggo dikelola manajemennya Gor Sahabat, monggo," harapnya.
Heri menambahkan, warga juga sudah menyampaikan keluhan ini ke pihak Kelurahan setempat termasuk Dinas Perhubungan Kota Semarang.
Warga berharap adanya solusi untuk kenyamanan warga setempat dan event olahraga berjalan sukses.
"Pak RT juga sudah menembusi ke Kelurahan juga. Kemarin kebetulan dari Dinas Perhubungan ada 3 personil datang kan kesini untuk mengecek lokasi, juga mengatakan akan segera diadakan dialog dengan pihak manajemen GOR Sahabat," pungkasnya.
Keluhan sama juga disampaikan Joko, tetangga Heri Purnomo.
"Jadi istilahnya bisa dibayangkan kita sebagai warga di sini itu macam istilahnya terjajah. mau masuk, istilahnya rumah sendiri aja kadang kesusahan. Padahal sudah dipasangi tulisan semuanya, dilarang parkir depan pintu," katanya. (mha/mg29/mg31/mg32/bas)
Editor : Baskoro Septiadi