RADARSEMARANG.ID--Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang membuka kembali simpang Hanoman dari Jalan Hanoman Raya belok kanan menuju ke arah Krapyak (barat). Hal ini dilakukan untuk mengurangi kemacetan yang ada di bundaran Kalibanteng.
Menurut informasi yang dihimpun, Simpang Hanoman dari Jalan Hanoman Raya belok ke kanan menuju Krapyak ditutup sejak pengerjaan perbaikan geometric pada 2020 lalu.
Setelah perbaikan geometric selesai, simpang ini belum dibuka sehingga pengguna jalan ke arah barat harus lewat Simpang Suharti (Krapyak) atau putar balik di bundaran Kalibanteng.
Plt Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan, adanya kepadatan lalu lintas pada ruas Jalan Hanoman dan Subali terutama pada jam padat menjadi alasan Simpang Hanoman hanoman kembali dibuka.
Adapun keputusan ini, juga melihat di kawasan tersebut banyak kawasan permukiman, perkantoran dan komersil sehingga membuat tingkat kepadatan menjadi tinggi saat jam padat.
“Saat jam padat, di Jalan Subali antriannya panjang. Selain itu juga banyak pelanggaran lalu lintas. Selain itu di Bundaran Kalibanteng juga apdat, akhirnya Simpang Hanoman kembali dibuka,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (8/10).
Dia menjelaskan, secara otomatis, siklus Alat Pemberi isyarat Lalu Lintas (APILL) di Simpang Hanoman bertambah dari dua phase menjadi tiga phase.
Baca Juga: Alih-alih Menghujat, Netizen Indonesia Malah Puji Beyonce, Ternyata Ini Alasannya...
Serta melakukan pengaturan agar kendaraan yang menuju Kalibanteng bisa berkurang.
“Kami setting phase APILL Simpang Hanoman pada lengan Jalan Siliwangi dengan menambah siklus 15 detik dan mengurangi waktu hijau 10 detik, sehingga tingginya volume kendaraan yang menuju ke bundaran Kalibanteng dapat berkurang,” jelasnya.
Dia menjelaskanm Dishub juga membuat marka, stopline, dan pita penggaduh untuk meningkatkan kewaspadaan pengendara sebelum dan saat melintas Simpang Hanoman.
Selain itu, dibukanya kembali Jalan Hanoman menuju Krapyak, pihaknya juga menerapkan uji coba pemberlakuan rekayasa di Simpang Kalibanteng dengan mengubah urutan fase serta pengurangan waktu fase.
Kendaraan dari Simpang Siliwangi dan Pamularsih diberlakukan lampu hijau bersamaan dan untuk mengurangi koflik yang terjadi antara dua arus tersebut, lampu di bawah flayover arah utara dibuat merah saat rekayasa itu diberlakukan.
Sedangkan,Jalan dari simpang Jalan RE Martadinata dan kaki simpang Jalan Jendral Sudirman diberlakukan hijau bersamaan dengan memerahkan lampu bawah flyover arah selatan untuk menghindari konflik dua arus tersebut.
“Dari diberlakukannya dua rekayasa tersebut akan mengurangi hingga 68 detik siklus bundaran Kalibanteng saat jam puncak dari 295 detik menjadi 227 detik,” paparnya.
Dishub kata dai, juga berencana membuat n lajur dan rambu pengarah untuk angkutan barang, bus, atau kendaraan berat untuk mengabil arah lajur paling kiri agat lebih memperlancar arus lalin yang menuju ke bundaran Kalibanteng.
“Nanti akan dijaga, kami upayakan kendaraan dari arah barat di buat kanal khusus untuk ambil lajur kiri kea rah pelabuhan. Penambahan rambu dan marka akan kita lakukan,” pungkasnya. (den)
Editor : Iskandar