Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sang Nenek Ungkap Firasat Ini Sebelum Naomi Daviola Hilang di Gunung Slamet

Muhammad Hariyanto • Rabu, 9 Oktober 2024 | 01:34 WIB
Instagram Basecamp Gunung Salmet via Bambangan
Instagram Basecamp Gunung Salmet via Bambangan

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Naomi Daviola Setyani, 17, sempat hilang diduga tersesat saat pendakian di Gunung Slamet.

Kejadian tersebut, hati sang nenek bernama Sri Martini, sempat merasakan kekhawatiran yang dialami cucunya sebelum mendengar kabar hilang. 

Sri Martini dan kedua orang tuanya mendapat kabar Naomi hilang seseorang melalui whatsapp pada Senin (7/10/2024) malam.

Namun sebelum mendapat kabar tersebut, perasaan hati Sri Martini tidak seperti hari biasanya. 

"Kalau firasat nya saya kok nyasar ya, cuma itu aja. Jalannya kesini kok lewatnya beda gitu. Ibaratnya jalan ke pasar Genuk kok anaknya lewatnya ke muter gitu, kok malah jauh," ungkapnya perempuan paruh baya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (8/10/2024). 

"Waktu itu saya tidak cerita, ya saya cuma doa saja. Semoga tidak ada apa-apa, doa sebisanya saya. Terus setelah dapat kabar itu, malamnya tidak bisa tidur, mondar mandir, duduk gak tenang. Adiknya juga sama," sambungnya.  

Sri Martini menjelaskan, Naomi memiliki dua adik perempuan, dan masih duduk di bangku sekolah SD. Salah satunya adiknya.

Nama Naomi akrab dilingkungan sekolahan dan tempat beribadat di gereja. Sedangkan di rumah akrab disapa Vio. 

"Ketika mendapat kabar itu, saya ya nangis. Anaknya itu tidak pernah pisah sama saya, sejak kecil, dari lahir mamahnya kerja dan saya merawat sampai besar. Saya sekolahkan TK. Pas tadi ketemu nelpon sambil nangis orangnya (Vio)," jelasnya. 

Sri Martini juga menjelaskan, tidak mengetahui secara persis awalnya sang cucu mengikuti pendakian.

Namun, sempat pernah bercerita akan melakukan pendakian di Gunung Slamet. Hanya saja, Naomi tidak bercerita jadwal akan berangkat mendaki ke Gunung Slamet. 

"Awalnya tidak tau, yang tau malah adiknya yang kelas 6 dari tiktok. Terus saya kasih tau, tau jangan muncak sekarang, nanti dulu, ini masih waktu hujan, nanti saja, kamu nanti akhir tahun terserah kamu nanti, nekat anaknya," jelasnya. 

Tiba-tiba, Naomi berangkat Sabtu (5/10/2024) sekitar pukul 14.00. Awalnya tidak menceritakan keberangkatan mendaki ke Gunung Slamet, dan hanya pamit main.

Sempat akan berangkat pagi. Namun mundur lantaran kedua orang tuanya belum pulang dari tempat kerja di daerah Sayung, Kabupaten Demak.

"Mamahnya dateng, terus mau tidur, terus vio bilang, mah aku berangkat ya mah, iya, hati-hati ya, yang bener di jalan. Jangan pulang malam-malam. Tapi dia bilang, mah nanti kalo kemalaman tidak pulang," jelasnya. 

Naomi berangkat atau keluar rumah mengendarai sepeda motor.

Namun pada malam itu, keluarga dan neneknya mulai khawatir lantaran ketika selesai main dan pulang pukul 21.00. Hingga ditunggu pukul 00.00 juga belum tidak ada pulang rumah. 

"Sampai tiga hari gak pulang, tidak ada kabar. Dicari ke sekolahan, tidak ada yang tau. Terus adiknya ngecek laptopnya dia. Ternyata mendaki ke Gunung Slamet. Terus dapat kabar itu (hilang)," katanya. 

Mendapat kabar tersebut, kedua orangtua Naomi, Setyohandoyo, dan ibunya Dwi Ningsih Veronica, langsung bergegas menyusul ke tempat Gunung Slamet.

Keduanya juga berboncengan mengendarai sepeda motor, Senin (7/10/2024) sekitar pukul 21.00.

"Saya bilang, kamu pakai jaket yang tebal, karena disana hawanya dingin. Terus tadi kemarin) dapat kabar sudah ditemukan, turun di Pos 7," jelasnya.

Sri Martini juga membeberkan, Naomi sebelumnya pernah mendaki Gunung Ungaran, beberapa bulan lalu.

Kemudian, bercerita ke neneknya akan mendaki ke Gunung Slamet. Namun, sempat dicegah sang nenek dengan alasan sekarang ini dalam kondisi musim penghujan. 

"Saya juga bilang Gunung Slamet itu jauh, Banjarnegara. Ya saya tidak mencemooh ya, soalnya anak pertama dia, pikirnya kan tanggal 4 Oktober itu ulang tahunnya anaknya," katanya. 

"Dia bilang nanti Vio ulang tahun gitu, ya nanti saya ajak makan-makan bakso gitu ya, tidak tahu anaknya tidak pulang sampai sekarang ini," sambungnya. 

Sri Martini menambahkan, Naomi dikenal anak yang aktif dan ceria. Selain itu juga penurut, banyak teman, dan penurut. Ketika naik ke puncak Gunung Ungaran juga bersama teman-temannya. 

"Kalau ini yang ngajak ini, yang dari tiktok. Dengan kejadian ini, ya nanti kalau pulang biar istirahat dulu, biar anaknya tidak syok, kan kasihan anaknya," pungkasnya. (mha/bas) 

Editor : Baskoro Septiadi
#pendaki #Naomi Daviola #gunung slamet