Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pemkot Semarang Uji Coba Makan Siang Gratis di SDN Gisikdrono 02, Menunya Chicken Katsu

Ida Fadilah • Senin, 7 Oktober 2024 | 21:05 WIB

 

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat melakukan uji coba makan siang gratis di SDN Gisikdrono 02, Senin (7/10/2024).
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat melakukan uji coba makan siang gratis di SDN Gisikdrono 02, Senin (7/10/2024).

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengadakan uji coba makan siang gizi gratis di SDN Gisikdrono 02.

Program yang diselenggarakan bersama Perkumpulan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia (PPJI) ini mengeluarkan anggaran Rp 14.500 per-anak.

Adapun menu kali ini yakni nasi putih, chicken katsu, ca brokoli worte tahu, selada dan buah pepaya, serta air mineral.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan, uji coba makan gizi gratis ini menyasar 24 sekolahan di tingkat SD dan SMP.

Kegiatan ini berlangsung selama empat hari yang tersebar di 20 sekolah SD dan 4 SMP. Adapun menu yang disajikan selama empat hari tersebut berbeda-beda.

"Makanan yang disajikan harus disesuaikan dengan selera anak-anak. Misalnya, disuguhkan makanan kekinian seperti chicken katsu tapi harus terpenuhi gizinya juga," ucap Mbak Ita, Senin (7/10/2024).

Mbak Ita, sapaan akrabnya menuturkan menu yang disajikan ke anak-anak harus berbeda. Menurutnya, selain untuk mengetahui tingkat selera anak-anak.

Namun dengan tidak meninggalkan pemenuhan gizi terhadap siswa SD dan SMP, pasalnya kebutuhan kalori berbeda.

"Kami bekerja sama dengan PPJI Kota Semarang membuat makan bergizi gratis sebanyak 4.279 pack," ungkapnya.

Lebih lanjut Mbak Ita menjelaskan, diselenggarakannya uji coba ini sebagai wujud menyukseskan program pemerintah pusat era Presiden terpilih Prabowo-Gibran besok.

Sebagai bentuk keseriusan, bahkan Pemkot Semarang telah menyusun sebuah buku berisikan menu makanan bergizi serta dilengkapi dengan harga dan resepnya.

"Di dalam buku ini ada menu yang harganya Rp 13 ribu sampai Rp 15 ribu. Nanti kita lihat anggaran dari pemerintah pusat berapa. Tapi tantangan atau challengenya bagaimana bisa membuat makanan bergizi dengan harga sekian dan anak-anak mau," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Pengadaan Jasa Boga Indonesia (PPJI) Kota Semarang Yanti Syakoer menyatakan siap berkolaborasi menjadi mitra Pemkot Semarang untuk menyiapkan menu makanan bergizi.

"Kalau dengan anggaran Rp 15 ribu kandungan gizinya masih relatif cukup. Karena kita sudah menetapkan misal nasi 150 gram, lauk hewani 70 gram, lalu buah dan sayur juga sudah ditetapkan kandungan gizinya," jelasnya.

Menurutnya, anak-anak juga sangat antusias karena menu yang disajikan sesuai selera mereka. Ke depan pihaknya akan menyajikan menu-menu yang variatif.

Kepala SDN Gisikdrono 02 Agus Ngaderiyanto mengatakan adanya program makan siang gratis ini sangat disambut meriah oleh anak-anak. Menurutnya, begitu mendengar kabar ini seluruh siswa masuk sekolah.

"Mereka sangat senang bahkan hari-hari sebelumnya sudah menanyakan terus ke guru. Apalagi mereka ini kebanyakan menengah ke bawah jadi sangat antusias adanya program ini," tambah dia.

Terpisah, Ketua Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang Endang Sarwiningsih Setyawulan menyebutkan telah menguji makanan yang akan diberikan pada program makan siang bergizi gratis ini.

Ketersediaan pangan makan siang ini pihaknya mempersiapkan pasokan bahan makannya dan ketersediaan sehingga biaya tidak begitu mahal. Pihaknya juga bekerjasama dengan petani.

"Kami memeriksa bahan makannya di laboratorium apakah mengandung pestisida, formalin ataupun rhodamin alias bahan dari kain. Sehingga makanan yang diberikan ke siswa ini tidak tercemar dan siswa tidak keracunan," tambahnya.

Hal itu berkaca pada adanya uji coba di daerah lain dimana anak-anak keracunan makanan. Oleh karenanya sebagai antisipasi, pihaknya memantau makanan dikontrol sampai siap di sajikan baik dari higienitasnya, sanitasi dan bahannya.

"Untuk hari ini aman. Apabila nanti terjadi pencemaran baik fisik, kimia, atau biologis maka harus mensortir untuk tidak diberikan ke siswa. Sebelum diberikan ke anak harus aman, harus hati-hati. Jangan sampai pengennya baik tapi malah meracuni," tambahnya. (ifa/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#makan siang gratis #chicken katsu