RADARSEMARANG.ID - Berbicara tentang flora sebagai salah satu kekayaan ragam alami tentu tak bisa dipisahkan dari negeri tropis kaya tanaman seperti Indonesia.
Berbagai tanaman memiliki keunikan yang tidak sama dengan tanaman lainnya sehingga menciptakan keberagaman untuk mengakomodir kebutuhan manusia.
Negara agraris ini memiliki banyak sekali tanaman endemik yang cukup unik dari bentuk fisiknya hingga sejarah serta perannya dalam masyarakat Nusantara sejak dahulu kala.
Di Kota Semarang, salah satu tanaman khas Pulau Jawa begitu melekat, bahkan menjadi asal usul penamaan untuk kota pesisir ini.
Cerita Rakyat Asal Nama Kota Semarang
Berawal dari sejarah yang berkaitan dengan Kerajaan Demak, Semarang dahulu merupakan tanah yang menjadi wilayah dari Kerajaan Islam Demak, salah satu kerajaan islam paling besar di Nusantara.
Dahulu kala, ada sebuah kisah tentang perjalanan salah seorang bangsawan dan ulama yang namanya cukup termasyhur di Kerajaan Demak, namanya Raden Ageng Pandan.
Suatu hari ia menginginkan melakukan perjalanan dengan meninggalkan Demak untuk mencari wilayah baru dan menyebarkan ajaran islam di daerah tersebut.
Setelah memutuskan untuk bepergian ke arah barat Demak, Raden Ageng Pandan pun sampai di suatu wilayah berhutan yang dirasa cocok untuk ditempati, bersama dengan anaknya yakni Raden Pandan Arang mengelola daerah tersebut dan membangun peradaban.
Setelah ayahnya wafat, Raden Pandan Arang pun diwasiati untuk tetap mendiami wilayah tersebut sembari terus menyebarkan agama Islam di wilayah sekitarnya.
Suatu hari saat sedang menggarap tanah pertanian, Raden Pandan Arang bersama pengikutnya merasa keheranan dengan letak pohon Asam Jawa yang seakan berjauhan memiliki jarak diantara satu dengan yang lainnya.
Setelah melihat hal tersebut, muncul lah ide untuk menamai wilayah ini dengan sebutan Semarang berasal dari kata Asem Arang Arang yang berarti Pohon Asam Jarang- Jarang dalam bahasa Jawa.
Baca Juga: Sejarah Hutan Tinjomoyo Dan Nasibnya Paska Relokasi Kebun Binatang Margaraya Semarang Ke Mangkang
Asal Usul Asam Jawa (Tamarindus indica)
Meskipun menyandang nama yang memakai kata Jawa didalamnya, diketahui bahwa asal dari tanaman ini merupakan dari Afrika, yang kemungkinan dibawa oleh para pedagang dari India ke Jawa dimasa lalu.
Penyebutan nama Asam Jawa sendiri diperkirakan berawal dari orang-orang Melayu, karena buah asam ini banyak digunakan sebagai bumbu masakan Jawa.
Secara geografis, tanaman ini dapat ditemui di berbagai provinsi di Indonesia seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur termasuk Madura, Sumatra Utara, Kalimantan Barat, Bali, dan Sulawesi Selatan.
Buah Asam sendiri memiliki bentuk polong bersilinder, kadang lurus dan melengkung, tidak pecah, panjang sekitar 14 cm dan berbiji 1 sampai 10 buah. Asam jawa bisa tumbuh dan beradaptasi dengan baik hampir di segala tempat, kecuali pada tanah dengan kandungan air tinggi.
Di Semarang sendiri, pohon ini dijadikan sebagai flora khas kota. Pemerintah Kota Semarang bahkan melakukan konservasi yang cukup baik kepada tanaman satu ini, salah satunya dapat kita lihat dan pelajari di Taman Kedondong Semarang.
Source: Pohon Semarang Kota, Website Semarang Kota .
Editor : Baskoro Septiadi