RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dosen Universitas Karya Husada Semarang (UNKAHA) berhasil menciptakan inovasi program e-Health education berbasis IoT untuk meningkatkan kesehatan reproduksi dan pencegahan kehamilan dini di Posyandu Remaja Mawar, Dusun Gempol Desa Ngesrepbalong, Limbangan, Kendal.
Pembuatan inovasi program e-Health education merupakan salah satu program pemberdayaan kemitraan masyarakat (PKM) dengan sumber dana dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi tahun 2024.
Pemberdayaan kemitraan masyarakat ini diusulkan oleh dosen keperawatan Universitas Karya Husada Semarang yaitu Ns. Dwi Kustriyanti, S.Kep, M.Kep sebagai ketua tim pengusul, Ns. Sonhaji, M.Kep dan Retno Apriliyanti sebagai anggota.
Tim PKM ini juga melibatkan empat mahasiswa prodi S1 Keperawatan Universitas Karya Husada Semarang yaitu Lutfiatun Nayyiroh, Fatriana Dwi Aulia, Yulina Anggi mawar Dani, Bayu Aji Saputra.
Tujuan pelibatan mahasiswa dalam kegiatan ini adalah untuk memberikan pengalaman belajar di luar kampus, menambah wawasan pada mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan PKM dan merupakan bagian dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Pada pelaksanaan kegiatan ini, tim hibah PKM Universitas Karya Husada Semarang bekerjasama dengan Posyandu Remaja Mawar, Dusun Gempol Desa Ngesrepbalong, Limbangan, Kendal sebagai Mitra sasaran.
Ketua tim pengusul Dwi Kustriyanti menjelaskan, angka pernikahan dini di desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, Kendal cukup tinggi dimana mayoritas perempuan sebanyak 86,5% sehingga berdampak pada kejadian stunting.
Untuk itu perlu diadakan pelatihan, edukasi serta pembuatan platform e-Health education berbasis IoT sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan kehamilan dini.
“Kegiatan dimulai dengan melakukan sosialisasi kepada mitra dengan menjelaskan maksud dan tujuan serta rancangan kegiatan. Kemudian kami merekrut fasilitator lapangan untuk membantu secara teknis jalannya kegiatan”, ujarnya.
Kegiatan selanjutnya, kata dia, memberikan pelatihan yaitu penataan organisasi Posrem melalui pelatihan manajemen organisasi, pelatihan kespro dan pencegahan kehamilan serta pelatihan skrining stunting.
Pelatihan ini diadakan secara berkala selama dua periode agar remaja mampu menyerap materi dengan optimal dan dapat mengaplikasikannya dalam keseharian.
“Untuk kegiatan terakhir yaitu membuat media edukasi yang akan dimasukkan dalam platform e-health education berupa artikel, video dan infografis. Nantinya remaja dapat mengakses website dengan mudah dan belajar materi edukasi yang dibutuhkan, serta dapat berdiskusi di forum diskusi melalui aplikasi”, ujar Dwi.
Dwi menyampaikan, tahap selanjutnya yaitu pendampingan Posrem, memantau agar program kerja tetap berlangsung serta membentuk kader Posrem bersama petugas kesehatan area Puskesmas Limbangan. Keberlanjutan program kerja Posrem di monitoring evaluasi secara berkala.
“Kegiatan pengabdian masyarakat dari Universitas Karya Husada Semarang ini sangat bermanfaat bagi kami para remaja dalam meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan pernikahan dini, sekali lagi terimakasih untuk tim pengabdian masyarakat dari UNKAHA” ujar Ardan, Ketua Posyandu Remaja Mawar. (den/web/bas)