RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pemerintah Kecamatan Semarang Timur melaunching pelayanan inklusi yang ramah kelompok rentan, Senin (23/9).
Diinisiasi oleh Kepala Seksi Pemerintah Kecamatan Semarang Timur, Sri Indarwati. Ruang pelayanan ini mendapatkan berbagai fasilitas, seperti seperti jalur landai, kursi roda, ruang laktasi, loket khusus pelayanan dan area bermain anak diperbaiki serta disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang berbeda.
Selain itu, para petugas pelayanan publik dilatih untuk menangani kelompok rentan dengan profesionalisme dan empati, memastikan bahwa mereka menerima pelayanan yang setara dan bermartabat.
Salah satu warga Rejomulyo, Yulianti, sangat terbantu dengan adanya ruang pelayanan inklusi yang memprioritaskan para kaum rentan.
"Alhamdulillah sangat memuaskan, para petugasnya baik-baik, disabilitas seperti kami sangat terbantu, kami harap ada petugas seperti di tingkat kelurahan," ujarnya.
Kepala Seksi Pemerintah Kecamatan Semarang Timur, Sri Indarwati menjelaskan, perubahan ini berfokus pada implementasi pelayanan publik yang inklusi dan ramah kelompok rentan di Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang.
Sehingga terdapat kebutuhan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan publik bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, lansia dan anak-anak.
"Sejalan dengan visi-misi Kota Semarang dalam mewujudkan pelayanan yang lebih responsif dan manusiawi terhadap seluruh lapisan masyarakat, khususnya yang paling rentan," ujarnya.
Selain itu, langkah-langkah yang diambil dalam aksi perubahan ini mencakup pelatihan bagi petugas pelayanan dan perbaikan infrastruktur di kantor Kecamatan agar lebih mudah diakses oleh kelompok rentan.
Implementasi program ini didukung oleh pembentukan Tim Khusus yang membantu atas pengembangan dan monitoring kualitas pelayanan inklusif.
Tim ini bekerja sama dengan berbagai stakeholder, baik internal maupun eksternal, seperti Dinas Sosial, Akademisi, dan komunitas lokal untuk memastikan kebijakan ini sesuai dengan kebutuhan yang sebenarnya. Dukungan stakeholder juga diperoleh untuk memastikan keberlanjutan dari program ini.
Hasil dari aksi perubahan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kualitas pelayanan publik di Kecamatan Semarang Timur.
"Kelompok rentan kini memiliki akses yang lebih baik terhadap pelayanan yang inklusif dan adaptif," jelasnya.
Keberhasilan ini dicapai melalui pendekatan yang sistematis dan terkoordinasi, dengan pengawasan berkelanjutan untuk memastikan bahwa standar pelayanan tetap terjaga.
Secara keseluruhan, aksi perubahan ini memberikan rekomendasi bagi pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengadopsi pendekatan serupa dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik.
"Pelayanan yang inklusif dan ramah terhadap kelompok rentan bukan hanya penting untuk memastikan keadilan sosial, tetapi juga menjadi dasar bagi peningkatan kinerja organisasi pelayanan publik secara keseluruhan," imbuhnya.
Camat Semarang Timur, Kusnandir, menambahkan pemerintah Kecamatan Semarang Timur memberikan peran prima supaya kelompok rentan tidak ada diskriminasi saat masuk ke ruang pelayanan.
"Saat masuk ke ruangan ini para kelompok rentan akan nyaman, fasilitas lengkap ini diberikan kepada anak-anak, orang tua lansia, difabel, dan wanita hamil," jelasnya. (fgr/web/bas)
Editor : Baskoro Septiadi