Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tak Terima Nyaris Bersenggolan di Jalan, Pemotor Warga Muktiharjo Kidul Kena Bacok

Muhammad Hariyanto • Minggu, 22 September 2024 | 22:38 WIB
Rekaman CCTV dua remaja diduga pelaku pembacokan di Jalan Kawung Raya, Tlogosari Kulon, Pedurungan, Minggu (15/9/2024)
Rekaman CCTV dua remaja diduga pelaku pembacokan di Jalan Kawung Raya, Tlogosari Kulon, Pedurungan, Minggu (15/9/2024)

 

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Warga Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan menjadi korban pembacokan.

Bahkan mengalami luka bacok sangat serius, hingga dua jari tangan putus akibat disabet senjata tajam jenis celurit.

Korban bernama Baskoro Putra Nurmas Saragil, 28, mengalami luka bacok pada lengan sebelah kanan, luka bacok pada paha kaki kanan, termasuk dua jari tangan putus.

Sempat menjalani perawatan medis RS Panti Wilasa Citarum Semarang.

Beruntung, dua pelaku berhasil diamankan anggota Polsek Pedurungan. Pelaku bernama Rifa, 18, pria tamatan SD, warga Karanganyar, Gabahan Semarang Tengah.

Adi Projo Gunawan, 20, juga tamatan SD, warga Sidorejo, Karangawen Kabupaten Demak.

Keduanya, ditangkap anggota Reskrim Polsek Pedurungan, tanpa perlawanan di rumah masing-masing pada Sabtu (22/9/2024).

Barang bukti yang turut diamankan dua senjata tajam jenis celurit, dan satu sepeda motor honda C70, bernopol K-3990-NK.

"Modus operandinya, pelaku melakukan penganiayaan bersama-sama dengan menggunakan senjata tajam jenis celurit," ungkap Kapolrestabes Semarang, melalui rilis whatsapp, Minggu (22/9/2024).

Lokasi pembacokan ini terjadi di Jalan Kawung Raya, persisnya samping Masjid Al Ikhlas, Tlogosari Kulon Kecamatan Pedurungan, Minggu (15/9/2024).

Bahkan, pelaku juga sangat nekat, melakukan aksi pagi hari, sekitar pukul 08.00.

Sedangkan kejadian bermula saat korban mengendarai sepeda motor sendirian, melintas di lokasi kejadian.

Awalnya korban perjalanan dari Mranggen usai mengantarkan ibunya dan hendak pulang menuju rumahnya.

"Saat korban melintas, berpapasan dengan kedua pelaku yang mengendarai sepeda. Pada saat berpapasan korban hampir bertabrakan dengan pelaku," bebernya.

Pelaku yang tak terima, langsung marah-marah dan memaki korban dengan mengeluarkan kata-kata 'goblok, asu'.

Sebaliknya, korban yang juga merasa tidak terima dengan kata-kata tersebut langsung putar balik dengan maksud mengejar pelaku.

"Pelaku ini berhenti dan langsung turun dan sepeda motor sambil mengeluarkan sajam yang disimpan dibalik jaket masing-masing dan mengejar korban," jalannya.

Melihat hal tersebut, korban langsung berhenti dan seketika meninggalkan motornya untuk berupaya kabur menyelamatkan diri.

Namun, dua pelaku masih mengejar hingga berhasil menyabetkan sajam ke tubuh korban berulang kali.

"Korban dibacok pelaku mengenai lengan kanan sebanyak dua kali. Lalu korban berusaha lari dan dibacok lagi oleh pelaku dan mengenai paha kaki kanan sebanyak sekali," katanya.

Para pelaku kemudian kabur meninggalkan korban, setelah adanya warga yang melihat dan berteriak mencari perhatian.

Sementara, dua pelaku saat berboncengan sepeda motor sempat terekam kamera CCTV sekitaran lokasi kejadian.

Satu pelaku mengendarai motor memakai topi dan tidak mengenakan helm. Sedangkan yang pelaku membonceng memakai helm.

Disisi lain, korban yang bersimbah darah mendapat pertolongan warga untuk dibantu dibawa ke RS Panti Wilasa Citarum Semarang guna mendapat perawatan medis.

Selanjutnya, kejadian ini dilaporkan Polsek Pedurungan.

"Keduanya sudah dilakukan penahanan. Ancamannya pasal 170 KUHP, tindak pidana pengeroyokan," pungkasnya. (mha/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#pembacokan #kreak semarang