RADARSEMARANG.ID, Semarang - Muhammad Tirza Nugroho Hermawan, 21, warga Kabupaten Jepara ditemukan tewas bersimbah darah di depan SPBU 44.501.22, Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur, Selasa (17/9/2024) sekitar pukul 03.00.
Korban merupakan mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), warga asal Kampung Bandungharjo, Donoharjo, Jepara. Meninggal dengan tragis akibat dibacok-bacok gerombolan gangster bersenjata tajam.
Meninggalnya korban, pihak kampus Udinus Semarang menyampaikan duka cita yang sebesar-besarnya atas berpulangnya Muhammad Tirza Nugroho.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi teman-teman dan seluruh civitas academica Udinus.
Tirza merupakan mahasiswa S1, semester akhir Program Sarjana Teknik Informatika Udinus. Dikenal sebagai mahasiswa berprestasi dan berperilaku baik, secara akademik maupun di kehidupan sosial kampus. Bahkan juga aktif berorganisasi di BEM KM periode 2023/2024.
Kepala Biro Kemahasiswaan Udinus, Rindra Yusianto, menegaskan pihak Udinus telah berkoordinasi dengan keluarga korban terkait insiden ini.
"Kami memastikan keluarga Ananda Tirza mendapatkan dukungan yang diperlukan dalam menghadapi situasi yang sangat berat ini," ungkapnya, Rabu (18/9/2024).
Pihak Udinus menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian. Selain itu juga berharap pelaku kasus ini segera terungkap dan diproses hukum.
"Kami berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku dan menghukum mereka sesuai dengan hukum yang berlaku. Tindakan brutal seperti ini tidak dapat ditoleransi, dan kami mengutuk keras tindakan tersebut," tegasnya.
Disisi lain, Udinus sendiri menerapkan jam malam untuk kegiatan mahasiswa di lingkungan kampus, yaitu hingga pukul 23.00. Sehingga dapat meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan.
Terpisah, Kasatreskrim Polrestabes Semarang, Kompol Andika Dharma Sena terus melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus ini. Sekarang ini ada 11 orang yang dilakukan pemeriksaan.
"Sampai saat ini kami masih melakukan pemeriksaan. Di lapangan juga masih melakukan penyelidikan terkait pengungkapan dan terkait juga peran-peran dari para pelaku," bebernya.
Kompol Andika Dharma Sena menyampaikan ada dua kelompok yang sudah dilakukan identifikasi terkait kasus tersebut. Selain itu, juga mengatakan telah mengantongi identitas para pelakunya.
"Pada dasarnya kami sudah mengetahui identitas semuanya. Kami minta untuk segera menyerahkan diri ke Polrestabes Semarang. 1X24 jam. Karena anggota kami, akan melakukan pengejaran untuk menangkap para pelaku," tegasnya. (mha/bas)
Editor : Baskoro Septiadi