RADARSEMARANG.ID, Semarang - Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di Kota Semarang Rabu (11/9) malam mengakibatkan talut di Villa Payung Indah, Kelurahan Pudakpayung, Banyumanik Semarang longsor.
Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (12/8) siang, talut sepanjang 8 meter dan tinggi 4 meter diketahui perumahan yang masih dibangun di atas Villa Payung Indah, yakni Surya Pondok Indah, PT Payung Maju.
Material itu menimpa sebuah tiang listrik dan ambruk. Para petugas membersihkan material longsor, sebuah alat berat pun dikerahkan.
Material longsor juga menimpa garasi rumah warga dan memenuhi jalan tersebut. Beruntung tidak ada korban jiwa atas insiden ini.
Salah seorang warga RT 6 RW 5, Ningsih, menceritakan sebelum longsor terjadi, memang hujan deras disertai angin kencang. Sekitar pukul 22.30, ada sedikit longsor kecil.
"Tetangga ini memanggil saya, dan suami ikut keluar, menginfokan warga lain," jelasnya.
Tidak berselang lama, setelah menginformasikan ada longsor kecil, atau sekitar 15 menit, tiba-tiba ada longsor berikutnya.
"Tiang listriknya pun ambruk, dan listriknya padam, beruntung tidak ada korban karena tidak ada orang lewat,cuma ini garasinya Rumah Fafa tertimpa," jelasnya.
Warga yang sudah menghuni sejak 1999 ini mengaku longsor sudah sering terjadi di perumahan yang dibangun baru ini. "Dua sampai tiga kali ini, mas. Tapi ini yang terparah," jelasnya.
Sebelumnya, terdapat air yang turun ke bawah. Sehingga, para warga meminta ada talut. "Memang tidak ada air yang turun, tapi langsung longsor seperti ini, ini yang paling parah," jelasnya.
Dikatakan, warga Villa Payung Indah banyak dirugikan atas pembangunan perumahan baru di atasnya.
"Kami berharap keamanannya lebih diperhatikan dan lebih profesional, serta memikirkan efek ke depannya seperti apa," jelasnya.
Senada, Ketua RW 5, Wahid Soetomo, atau yang akrab disapa Tomi, menjelaskan warga RW 5 memang sudah beberapa kali mengalami longsor. Sejak perumahan menata lahan tahun 2023, kata dia, sudah enam kali kejadian longsor.
"Terus terang, warga trauma, selalu terbayang-bayang saat hujan deras, tadi malam kejadian," jelasnya.
Tomi berharap tidak ada kejadian longsor yang menimpa warga RT 6, RW 5 sehingga tidak lagi was-was atau trauma.
"Untuk pengembang, kami harapkan safety atau keamanannya lebih ditingkatkan," harapnya.
Sementara itu, pelaksana proyek, Zaini Hidayat, menjelaskan dirinya bersama beberapa petugas langsung membersihkan material longsor dan memperbaiki area yang longsor. "Kami perbaiki langsung dan bangun kembali talut yang longsor," jelasnya. (fgr/bas)
Editor : Baskoro Septiadi