RADARSEMARANG.ID - Sebelum memiliki kebun binatang yang kini kita kenal berada di Mangkang, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.
Kebun Binatang di Kota Semarang diketahui beberapa kali direlokasi dari beberapa tempat. Salah satunya berada di Hutan Lindung Tinjomoyo, Kecamatan Gunungpati.
Nah disini juga merupaksn letak dari salah satu hutan kota yang keberadaannya mencangkup ekosistem satwa liar di Kota Semarang. Hutan ini juga memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan pembangunan Masjid Agung Demak.
Dikisahkan, dalam upaya membangun Masjid Agung Demak tersebut, Sunan Kalijaga konon mencari pohon jati sebagai tiang bangunan masjid di hutan ini.
Sebelum melakukan penebangan, Sunan Kalijaga melakukan ritual semedi di hutan ini. Saat bersemedi, beliau melihat sebuah cahaya semu dari sinar yang membias atau pudar sehingga terciptalah nama Tedjomoyo.
Dalam aksara Jawa Kuno, Tedjo berarti sinar sedangkan Moyo berarti palsu. Karena hal itulah wilayah ini diberi nama Tedjomoyo. Namun, karena pengucapan warga Jawa yang berbeda, kini Tedjomoyo makin lama berubah menjadi Tinjomoyo.
Hutan ini berdiri diatas lahan seluas 57 hektare area, dan merupakan hutan yang berjenis heterogen, atau hutan yang ditumbuhi berbagai macam jenis tumbuhan.
Satwa yang berada di hutan kota ini didominasi oleh jenis burung (aves) seperti Cucak Kutilang, Walet Linchi, Bondol Peking, Tekukur dan Cipoh Kacat.
Selain digunakan sebagai daerah hijau, hutan ini juga digunakan sebagai tempat wisata bagi para pengunjung, biasanya digunakan sebagai tempat olahraga seperti jogging dan sebagainya.
Seperti sudah disinggung sebelumnya bahwa tempat ini dulunya juga pernah digunakan sebagai Kawasan Kebun Binatang Tegal Wareng yang dibuka pada tahun 1985 kemjdian berubah nama menjadi Kebun Binatang Margaraya Tinjomoyo yang direlokasi pada tahun 2007.
Pemkot Semarang memindahkan seluruh satwa dan merelokasi bangunan menjadi seperti yang kita kenal sekarang berada di Semarang Zoo yang berada di Mangkang.
Hal tersebut dilakukan karena berbagai pertimbangan penting, yakni lokasi yang kurang strategis, serta tanah yang tidak stabil di sekitar kebun binatang, disebutkan pula bahwa hal ini pernah merusak jembatan penghubung ke lokasi kebun binatang.
Baca Juga: Seri Sejarah Semarang ! Peninggalan Bersejarah Kota Semarang Tidak Berhenti di Masa Kolonial
Paska relokasi, wilayah ini menjadi tempat yang dimanfaatkan Pemkot Semarang sebagai Hutan Ekowisata Tinjomoyo. Pemanfaatan wilayah ini juga terkenal sebagai Pasar Semarangan yang sayangnya juga terbengkalai pada awal-awal tahun 2019 hingga sekarang.
Pemkot dan pihak penyelenggara pasar tampak belum konsisten menghidupkan pasar wisata secara berkelanjutan. Pasar tersebut hanya hidup hanya saat ada event.
Source: Universitas Katolik Soegijapranata, Universitas Diponegoro, Hutan Wisata Tinjomoyo
Editor : Baskoro Septiadi