RADARSEMARANG.ID, Semarang - Viral di media sosial pertikaian adu mulut hingga adu fisik terjadi antara seroang diduga taruna Akpol dengan seniornya.
Penggalan video tersebut, direkam seseorang yang berada satu lingkup dalam lokasi pertikaian tersebut.
Setidaknya ada tiga sampai empat orang berseragam diduga taruna Akpol. Ada juga sama, sejumlah orang tak mengenakan seragam.
Terlihat, mereka yang saling bertikai, satu orang diduga taruna Akpol masih mengenakan seragam coklat muda lengkap bersepatu.
Bertikai dengan seseorang, mengenakan kaos biru dan berjaket, serta mengenakan celana jeans.
Terdengar suara pertikaian adu mulut, hingga saling adu fisik dorong-dorongan dan keduanya.
Suara yang terdengar dari dalam video tersebut seorang pria mengatakan dua orang yang bertikai ini, kaitannya melawan pengasuh.
"Lawan Pengasuh Ini. Lawan pengasuh, karena Laptop dibuka. Lawan pengasuh," katanya suara laki-laki dalam video tersebut.
"Heh, heh, Kamu saya anggap apa. Saya perwira. Kau anggap saya apa. Kau anggap saya apa," kata suara pria yang yang belum diketahui identitasnya.
Sejumlah orang yang berseragam taruna ini juga melerai.
Termasuk, seseorang pria memakai baju hitam, langsung memegang korban dari belakang untuk melerai. Sementara, mereka yang bertikai ini juga berhenti.
Menanggapi hal tersebut, Kabidhumas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto membenarkan adanya peristiwa itu. Artanto juga sudah melihat video yang beredar di media sosial ini.
"Sudah (lihat), (peristiwanya) tidak tahu kapan, tapi saya monitor juga," ujar Artanto di Lapangan Simpang Lima, Kamis (5/9).
Namun, dirinya tidak bisa memberikan pernyataan lain terkait kegaduhan ini termasuk kondisi kaki taruna yang dituding bertipe X itu, yang diduga taruna Akpol.
"Itu ranahnya Akpol, nanti Akpol yang menjelaskan," katanya.
Belum diketahui secara persis identitas dua orang yang bertikai tersebut. Termasuk juga, lokasi dan kapan pertikaian tersebut terjadi.
Pihak Gubernur Akpol, Irjen Pol Krisno H Siregar saat dikonfirmasi dihubungi media ini belum memberikan respon keterangan terkait kejadian ini. (mha/bas)
Editor : Baskoro Septiadi