RADARSEMARANG.ID, Semarang - Tim SAR akhirnya menemukan dua anak yang tenggelam di Waduk Jatibarang, Semarang Senin (26/8/2024).
Saat ditemukan tim SAR gabungan, kedua korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Setidaknya ada tiga sampai empat perahu dengan ditumpangi tim SAR gabungan. Termasuk juga menggunakan pelampung untuk keselamatan.
"Masih belum ketemu, masih dilakukan pencarian tim SAR gabungan," kata Kapolsek Gunungpati, Kompol Agung Raharjo, di lokasi kejadian kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (26/8/2024).
Informasi yang diperoleh, dua anak tersebut warga warga RT 07 dan RT 08 Kuwasen Rejo, Kecamatan Gunungpati. Keduanya bernama Wijaya dan Rafael. Mereka masih berusia sekolah dasar.
"Informasinya masih kelas 2 SD sama kelas 3 SD, di daerah kampungnya," kata Babinkamtibmas Gunungpati, Aipda Ari Sudaryanto, yang juga di lokasi kejadian.
Terkait kronologi kejadian ini, awalnya empat orang anak main di sekitaran dermaga Waduk Jatibarang.
Ardan, Sarif termasuk dua korban. Kemudian mereka berempat main ke dalam Waduk, yang ternyata air kondisi dalam.
"Empat anak ini, main ke dalam air. Akhirnya dua kembali ke tepi. Yang dua sudah terlanjur maju dan ternyata dalam. Kemudian teriak-teriak minta tolong. Dua temannya berusaha menarik tapi tidak terkejar karena kondisi air dalam," bebernya.
Lantaran tidak berhasil, Sarif dan Ardan kembali ke tepi, beranjak dari dalam Waduk dan kemudian menyampaikan kepada warga yang kebetulan berada di lokasi.
Namun, ketika akan dilakukan pertolongan, kedua korban sudah tidak terlihat, dan diduga tenggelam.
"Dua selamat, dua tenggelam. Padahal awalnya sudah diingatkan warga, jawabannya bisa renang," ujarnya.
Kuswanto, orang tua sambung korban Wijaya, mengatakan awalnya anak nomor dua tersebut sempat pamit ketika akan keluar rumah. Namun tidak menyampaikan kalau akan pergi ke Waduk Jatibarang.
"Itu pas saya mau beli obat, kondisi saya sedang sakit. Pamit, Papa saya mau main. Saya pesan, kalau main yang benar, jangan nakal," kata Kuswanto, warga asal Kendal.
"Itu keluar rumah jam 13.30. Sempat tanya sama saya, Mbah nur mamah saya disini. Saya bilang, gak ada. Terus keluar rumah, gak pamit sama kakaknya," imbuh perempuan tetangga korban Wijaya, yang enggan disebutkan namanya.
Terlihat, sejumlah peralatan juga turut dikerahkan anggota Tim SAR, diantaranya lampu penerangan, dan dibantu menggunakan alat diesel.
Disisi lain, lokasi dermaga Waduk Jatibarang juga dipenuhi warga sekitaran, melihat proses pencarian yang dilakukan Tim SAR gabungan.
Sebelumnya diberitakan, dua orang anak-anak dikabarkan diduga tenggelam di area waduk Jatibarang, turut wilayah Kecamatan Gunungpati, Senin (26/8/200/24) sekitar pukul 16.00. Sampai saat ini, masih proses pencarian tim gabungan bersama relawan dan Basarnas Semarang.
Kapolsek Gunungpati, Kompol Agung Raharjo, membenarkan adanya kejadian tersebut. Sekarang masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan termasuk kepolisian.
"Iya, benar, dua anak diduga tenggelam. Ini masih proses pencarian bersama Tim SAR, belum ketemu," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (26/8/2024
Informasi yang diperoleh, dua anak tersebut warga warga lKuwasen Rejo, Kecamatan Gunungpati.
Belum diketahui secara pasti asal asal penyebab mereka diduga tenggelam di Waduk Jatibarang.
"Kalau informasinya dia sedang mancing (mengail ikan)," bebernya.
Sementara, salah satu anggota Basarnas Semarang, Mustofa juga membenarkan adanya kejadian tersebut. Sekarang personil Basarnas Semarang masih melakukan proses pencarian.
"Iya, ini masih pencarian, kita mengerahkan enam personil," katanya. (mha/bas)
Editor : Baskoro Septiadi