RADARSEMARANG.ID, Semarang - Mahasiswa melakukan aksi demontrasi Darurat Indonesia mengawal putusan MK soal Pilkada di Jalan Pahlawan Semarang tepatnya di depan kantor DPRD Jateng.
Massa yang diperkirakan mencapai ribuan ini juga mendobrak gerbang Kantor DPRD Jateng, Kamis (22/8/2024) siang.
Terlihat, aksi demo yang tadinya di depan gerbang Kantor DPRD Jateng dan Gubernur Jateng beralih geser ke samping Taman Indonesia Kaya, sekitar pukul 12.14. Mereka menuju gerbang Kantor DPRD bagian samping.
Peserta aksi langsung merangsek ke gerbang berupaya masuk dengan merobohkan gerbang Kantor DPRD.
Pagar setinggi 2,5 meter tersebut digoyahkan untuk berupaya dirobohkan hingga mengalami rusak.
Beruntung pagar tidak sampai roboh, namun sudah miring rusak.
Namun pada akhirnya, pagar tersebut jebol rusak dan sejumlah mahasiswa berhasil masuk.
Namun mereka tidak berhasil masuk lantaran kesiap siagaan personil kepolisian yang melakukan barikade melakukan pencegahan.
Sementara, personil Polrestabes Semarang yang melakukan penjagaan depan gerbang di Jalan Pahlawan juga langsung bergeser melakukan pengamanan dan penjagaan.
Personil kepolisian juga dilengkapi tameng dan mobil water canon.
Perseta aksi juga melakukan pelemparan botol ke arah petugas kepolisian. Mereka merangsek masuk. Teriakan orator juga masih dilakukan di atas mobil peserta aksi demo.
"Revolusi, revolusi, revolusi," teriak orator disambut peserta aksi demontrasi, depan sekitaran Taman Indonesia Kaya, Kamis (23/8/2024).
"Kita harus menduduki gerbong DPRD," katanya.
"Hidup mahasiswa, hidup mahasiswa, hidup rakyat Indonesia, hidup buruh," katanya.
Sampai saat ini, peserta aksi masih berada di sekitaran Taman Indonesia Kaya, dan melakukan orasi.
Mereka juga ada meneriakkan caci makian kepada pemimpin termasuk kepolisian. (mha/bas)
Editor : Baskoro Septiadi