Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Terungkap! Ternyata Ini Penyebab Sapi Mati Mendadak di Gunungpati Semarang, Dispertan Beri Penjelasan Begini

Adennyar Wicaksono • Senin, 19 Agustus 2024 | 20:45 WIB
Sebanyak 10 ekor sapi milik warga Cepoko, Kecamatan Gunungpati ditemukan mati mendadak. (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
Sebanyak 10 ekor sapi milik warga Cepoko, Kecamatan Gunungpati ditemukan mati mendadak. (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Lima sapi milik peternak di Cepoko Gunungpati yang yang mati mendadat beberapa waktu lalu ternyata terinfeksi bakteri menular.

Bakteri bernama septichaemia epizootica (SE), atau lebih dikenal sebagai penyakit ngorok. Penyakit ini SE diri diketahui bisa menyebabkan kematian massal kepada hewan ternak seperti sapi dan kerbau.

"Lima sapi milik peternak di Cepoko Gunungpati yang mati kemarin, positif SE, negatif PMK dan negatif keracunan pakan," kata Sub Koordinator Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang, Irene Natalia Siahaan, saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Senin (19/8).

Irene menejelaskan, penyebab kematian sapi tersebut diketahui dari hasil sampel yang dikirimkan ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates Jogyakarta, yang diterima Dispertan akhir pekan lalu.

Petugaspun melakukan uji sampel kepada dua sapi milik peternak yang masih hidup, hasil yang juga sama kedua sapi tersebut terjangkit SE.

"Yang masih hidup di kelompok ternak Rukun Makmur juga positif SE, langsung kita berikan pengobatan dan disinfektan bagi peternak," jelasnya.

Ia menjelaskan, penyakit SE atau ngorok ini adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri.

Penyakit itu disebut memungkinkan sapi atau kerbau mati secara mendadak.

"Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida dan dapat menimbulkan kematian mendadak pada hewan yang terinfeksi," jelasnya.

Irene menyebut pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada peternak di Gunungpati dan Mijen untuk mencegah kejadian serupa.

"Untuk mencegah penyebaran penyakit ini, sangat penting untuk menjaga kebersihan kandang, mengisolasi hewan yang terinfeksi, dan memberikan vaksinasi secara teratur," sambungnya.

Selain itu Pemkot Semarang juga telah mengeluarkan surat edaran untuk memperketat lalu lintas hewan ternak.

Editor : Baskoro Septiadi
#Sapi #penyakit sapi #bakteri #septichaemia epizootica #cepoko gunungpati