Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sosok Antea Putri Turk, Cicit Buyut Keluarga WR Supratman yang Punya Misi Kenalkan Sejarah ke Generasi Z

Adennyar Wicaksono • Minggu, 18 Agustus 2024 | 00:23 WIB
Antea Turk, ketika tampil di peringatan HUT RI Ke-79 di Halaman Balai Kota Semarang, Sabtu (17/8)
Antea Turk, ketika tampil di peringatan HUT RI Ke-79 di Halaman Balai Kota Semarang, Sabtu (17/8)

RADARSEMARANG,ID, Semarang - Ada yang spesial saat peringatan HUT RI Ke-79 di Balai Kota Semarang, Sabtu (17/8).

Antea Putri Turk cicit buyut keluarga WR Supratman, hadir untuk melakukan dua lagu karya pahlawan nasional era kemerdekaan.

Menggunakan kebaya berwarna merah, gadis 15 tahun yang  berdarah Indonesia-Kroasia ini menyanyikan dua lagu yakni Indonesia Raya 3 Stanza dan Indonesia Tjantik.

Putri kedua pasangan dr. Dario Turk Spog. dan Endang Wahyuningsih Josoprawiro nampak menyihir peserta upacara dan tamu undangan yang datang.

Dari informasi yang ada, Antea adalah Cicit Buyut dari Ngadini Soepratini, kakak Kandung WR Soepratman. Bakat menyanyinya sudah diasah sejak umur 5 tahun.

Antea sendiri juga dikenal sebagai pencipta lagu, dan bisa memainkan berbagai alat music seperti piano, biola dan gitar.

Antea juga memiliki segudang prestasi yang berhasil mengharumkan nama bangsa. Tercatat adik dari Andrea Turk yang sebelumnya sudah terjun ke dunia tarik suara.

Bahkan Antea juga menciptakan melodi Indonesia Tjantik dan Indonesia Ibuku, meskipun ditemukan hanya liriknya.

Hasilnya bersama Dario ayahnya Antea diganjar dengan rekor MURI pada tahun lalu.

"Antea ini ngikutin jejak kakaknya, dia juga bisa main alat musik. Ya kita dukung saja karena memang Antea minta sendiri, memang butuh pengetahuan dan teori tentang musik sebagai penyanyi," kata Endang ketika ditemui Jawa Pos Radar Semarang.

Antea dan kakaknya, lanjut Endang adalah generasi kelima dari keluarga WR Supratman.

Dari kakek buyut Ngadini yang merupakan kakak kandung dari komposer legendaris jaman kemerdekaan ini.

Sejarah yang kental di keluarga Endang, kata dia, baru diceritakan ke anak-anak mereka ketika keduanya sudah agak besar.

Endang mengenang Andrea ataupun Antea kali pertama kaget, jika mereka adalah keluarga pahlawan nasional WR. Supratman.

"Baru kita ceritakan ketika sudah agak besar, mereka kaget dan sangat antusias bertanya bagaimana cerita keturunan dari WR Supratman," kenangnya.

Dario, ayah Antea menjelaskan jika Antea berhasil membuat melodi lirik lagu WR Supratman belum ada partiturnya.

Kala itu lanjut dia, pihak keluarga hanya memiliki lirik lagu.

Tangan dingin Dario berpengaruh untuk meminta Antea meneruskan lagu dari WR Supratman.

"Saya coba minta Antea untuk membuat melodi lagu Indonesia Tjantik dan Indonesia Hai Ibuku dari lirik saja, ya ternyata bisa dapat," ucapnya bangga.

Sementara itu, Antea mengaku jika melodi Indonesia Hai Ibuku dibuat ketika hampir tengah malam.

Kala itu dia diminta ayahnya untuk mencoba membuat melodi, dan sebagai motivasi Antea diminta melihat foto WR Supratman.

"Saat itu papah pakai foto WR Supratman, saya diminta mikir bikin melodinya. Papa bilang, anggap saja kakek liat, dan ternyata bisa dapat juga," katanya.

Hal yang hampir sama pun dilakukan ketika Antea membuat melodi lagu Indonesia Tjantik, untuk mempersiapkan konser pada 10 November tahun lalu.

Antea harus mendengarkan beberapa lagu WR Supratman, akhirnya melodi dengan nuansa keroncong pun mengiringi lagu itu.

"Kita pilih melodi lagu-lagu yang ada, mana yang cocok ternyata pahlawan merdeka lha ini kan keroncong, saya coba search di youtube akhirnya dapat inspirasi dan dapat versi sendiri akhirnya jadi Indonesia Tjantik. Gaya keroncong hindia belanda,"bebernya.

Antea menjelaskan, lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan saat ini hanya satu stanza.

Lagu kebangsaan ini sendiri, awalnya memiliki tiga stanza, dia tergugah untuk menyanyikan lagu tersebut sebagai sarana untuk mengenalkan sejarah kepada generasi muda.

"Generasi muda juga harus tahu (sejarahnya, red), apalagi banyak lagu-lagu dari WR Supratman yang belum dikenal," tambah dia

Total ada 12 lagu milik kakek buyutnya yang dijadikan album, Dario menambahkan jika semua lagu tersebut sudah didaftarkan ke HAKI.

Antea kata dia, berhasil kembali menghidupkan karya WR Supratman yang tadinya mati.

"Ini saya dedikasikan untuk WR Supratman. Dulu saya penyanyi pop, nah sekarang lebih ke seriosa," sambung Antea.

Antea memiliki misi, yakni mengenalkan lagu milik WR Supratman ke generasi muda. Tujuannya tak lain untuk mengenalkan sejarah bangsa.

Adapun lagu-lagunya sengaja ia upload ke kanal YouTube miliknya yakni Antea Turk.

"Sebelumnya saya bikin dengan nuansa lain seperti rap, agar generasi muda bisa tahu dan bisa menghargai pahlawan mereka," pungkasnya.  (den/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#wr supratman #pahlawan nasional #Antea Putri Turk