Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Undip Akhirnya Buka Suara Soal Kasus Bunuh Diri Mahasiswi PPDS Anestesi di Semarang, Begini Keterangan Resmi Pihak Kampus

Ida Fadilah • Kamis, 15 Agustus 2024 | 19:46 WIB

Manajer Layanan Terpadu dan Humas Universitas Diponegoro, Utami Setyowati memberikan keterangan pers di kantornya, Kamis (15/8/2024). IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG
Manajer Layanan Terpadu dan Humas Universitas Diponegoro, Utami Setyowati memberikan keterangan pers di kantornya, Kamis (15/8/2024). IDA FADILAH/JAWA POS RADAR SEMARANG
 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Universitas Diponegoro (Undip) Semarang membantah adanya penyebab meninggalnya mahasiswa PPDS Anestesi, dr. Aulia Risma Lestari, karena perundungan.

Rektor Undip Suharmono melalui Utami Setyowati selaku Manajer Layanan Terpadu dan Humas Universitas Diponegoro mengatakan jika meninggalnya mahasiswi tersebut karena masalah kesehatan. 

"Mengenai pemberitaan meninggalnya almarhumah berkaitan dengan dugaan perundungan yang terjadi, dari investigasi internal kami, hal tersebut tidak benar," katanya memberikan keterangan pers, Kamis (15/8/2024). 

"Namun demikian, almarhumah mempunyai problem kesehatan yang dapat mempengaruhi proses belajar yang sedang ditempuh. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai konfidensialitas medis dan privasi Almarhumah, kami tidak dapat menyampaikan detail masalah kesehatan yang dialami selama proses pendidikan," lanjutnya. 

Ketika ditanya soal mahasiswa tersebut meninggal karena bunuh diri, Utami sapaan akrabnya tak menjawab.

"Untuk yang itu (dugaan bunuh diri, Red) merupakan kewenangan polisi, kami tidak bisa menyampaikan," tegasnya. 

Diakuinya, mahasiswa tersebut memang pernah mengajukan pengunduran diri karena kondisi kesehatannya.

"Almarhumah sempat mempertimbangkan untuk mengundurkan diri, namun karena beliau adalah penerima beasiswa sehingga secara administratif terikat dengan ketentuan penerima beasiswa, sehingga Almarhumah mengurungkan niat tersebut," tambahnya. 

Berdasarkan kondisi kesehatan dr Aulia, ia mengklaim pengelola Pendidikan Program Studi Anestesi telah menyikapi problem dengan memantau secara aktif perkembangan kondisi yang bersangkutan selama proses pendidikan. 

Soal perundungan yang diduga menjadi penyebab dr Aulia Risma Lestari meninggal, Utami menyatakan jika pihaknya terbuka dengan fakta-fakta valid lain di luar hasil investigasi yang telah pihaknya lakukan.

Ia menyatakan sikap siap berkoordinasi dengan pihak manapun untuk menindaklanjuti tujuan pendidikan dengan menerapkan “zero bullying” di Fakultas Kedokteran UNDIP. 

Berkenaan dengan surat Dirjen Yankes Nomor TK.02.02/D/44137/2024, lanjutnya, tim Fakultas Kedokteran UNDIP bersama dengan tim RSUP dr. Kariadi telah melakukan pertemuan dengan Dirjen Yankes.

Pertemuan tersebut menyampaikan klarifikasi mengenai beberapa hal. Namun, ia tak menyebutkan poin yang dimaksud. (ifa/mg11/mg12/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Aulia Risma Lestari #Mahasiswi Kedokteran Undip Bunuh Diri #PPDS Anestesi Undip