Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Program Studi Anestesi Undip Dihentikan Buntut Kasus Dugaan Bunuh Diri Dokter Muda, Begini Isi Surat Resmi Kemenkes

Muhammad Iqbal Amar • Kamis, 15 Agustus 2024 | 15:21 WIB
Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID - Seorang dokter muda RSUD Kardinah Tegal yang juga mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Diponegoro (Undip) bernama ARL ditemukan tewas diduga bunuh diri.

Korban diduga mengakhiri hidupnya dengan cara menyuntikkan obat ke dalam tubuh.

Dugaan kuat penyebab bunuh diri lantaran korban tak kuat menahan bullying selama PPDS Anestesi Undip. 

Hal ini membuat pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ikut turun tangan.

Dalam surat resmi yang beredar di media sosial tertanggal 14 Agustus 2024, pihak Kemenkes mengintruksikan agar menghentikan program studi anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro di RSUP Dr Kariadi, Semarang. 

Perintah pemberhentian program studi anestesi FK Undip dikeluarkan oleh Direktur Jendral Pelayanan Kesehatan dr Azhar Jaya, melalui surat kepada Direktur Utama RSUP Dr Kariadi. 

"Sehubungan dengan dugaan terjadinya perundungan di Program Studi Anestesi Universitas Diponegoro yang ada di SUP Dr. Kariadi, yang menyebabkan terjadinya bunuh diri pada salah satu peserta didik program studi anestesi Universitas Diponegoro," tulis Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr Azhar Jaya.

"Maka disampaikan kepada Saudara untuk menghentikan sementara program studi anestesi di RSUP Dr. Kariadi sampai dengan dilakukannya investigasi dan Langkah-langkah yang dapat dipertanggungjawabkan oleh jajaran Direksi Rumah Sakit Kariadi dan FK UNDIP," lanjutnya.

Dalam sebuah postingan akun @bambangsuling11 yang telah mencapai 1 juta tayangan itu menyebutkan ada indikasi kasus tersebut ditutupi

“Pihak PPDS Anestesi Undip berusaha menutupi dngan menyebut korban sering menyuntikkan obat itu ke tubuhnya karena sakit saraf kejepit.

Namun dari hasil pemeriksaan ditemukan buku harian korban yang menyebut korban tak kuat menahan perundungan hingga akhirnya bundir,” tulis akun tersebut.

“Saya tidak mengenal korban, tapi saya dan beberapa rekan malam ini berjanji bakal kejar pelaku perundungannya sampai bisa diberi hukuman setimpal.

Saya memohon bantuan doa dan RTnya teman2 semua agar tak ada lagi tempat untuk pelaku bully.

Terima kasih yang sebesar2nya????,” lanjut tulisan akun  @bambangsuling11

Korban ternyata tewas di dalam kamar kosnya Jalan Lempongsari Kota Semarang pada Senin 12 Agustus 2024 lalu. 

Dari hasil pemeriksaan korban suntik diri sendiri sehari sebelumnya menggunakan obat bius yang hanya bisa diakses oleh dokter anestesi atau program dokter spesialis anestesi. (mia/bas)

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Anestesi #Mahasiswi Kedokteran Undip Bunuh Diri #Bunuh Diri Atambua #RSUD Kardinah Tegal