RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, melakukan ramp chek kepada armada Trans Semarang di Terminal Gunungpati, Senin (12/8).
Pemeriksaan kendaraan ini, dilakukan untuk menjaga keselamatan penumpang dan pengguna jalan.
Apalagi, baru-baru ini banyak laporan dan keluhan yang masuk ke Dishub terkait armada Trans Semarang.
Adapun hasil dari ramp check yang dilakukan, ada 11 armada yang dicek, hasilnya dua armada koridor 8 harus dikandangkan karena menggunakan ban vulkanisir.
Selain itu tiga armada dinyatakan tidak layak jalan karena dari uji emisi yang dilakukan hasilnya di atas ambang batas.
“Kita lakukan pengecekan uji kelayakan terutama untuk Trans Semarang Koridor 8 Cangkiran-Gunungpati-Balai Kota dan Feeder 4, yakni Unnes-Gunungpati-BSB. Total ada lima kendaraan yang tidak layak jalan,” kata Plt Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan.
Danang menjelaskan, dari pemeriksaan yang dilakukan, tiga armada koridor 8 melebihi ambang batas uji emisi dan diminta untuk melakukan perbaikan.
Sementara dua armada harus dikandangkan kerena menggunakan ban vulkanisir yang membahayakan penumpang dan pengguna jalan.
“Tiga armada itu emisi di atas ambang batas. Kami minta ada perbaikan, yang dua kami perpal (dihentikan,red ), dan harus kembali ke pool atau tidak boleh beroperasi,” tambahnya.
Selain ban yang tidak sesuai ketentuan, ada fungsi dari bus yang tidak sesuai standart sehingga akan diberikan peringatan.
Misalnya pintu hidrolis yang bermasalah, lampu dan wiper mati atau tidak bisa digunakan.
“Harus ada perbaikan di emisinya, tidak ada wiper, lampu mati, klakson mati harus diperbaiki. Termasuk ada fungai pintu hidroliknya bermasalah juga," jelasnya.
Temuan tersebut, lanjut dia, memang menggangu pelayanan karena ada bus yang harus dikandangnkan.
Danang berdalih Dishub lebih mengutamakan keselamatan penumpang dan pengguna jalan, dikarenakan jika dipaksakan beroperasi, dikhawatirkan bisa mengancam keselamatan penumpang.
“Lebih baik kami tunda, penumpang kami alihkan ke kendaraan lain,” tuturnya.
Koridor 8 sendiri memiliki 16 armada yang melakukan pelayanan reguler. Ditambah, dua armada cadangan. Sementara, fedeer Koridor 4, ada 24 armada.
Mayoritas armada feeder dalam kondisi laik jalan. Petugas juga mengecek angkutan desa yang melewati penumpang Gunungpati dengan tujuan Ungaran PP.
“Ada tiga angkudes yang diuji. Satu di antaranya dilakukan tilang lantaran izin trayek mati,” tambahnya.
Kepala BLUD Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto menambahkan, pengujian nantinya tidak hanya dilakukan di Terminal Gunungpati.
Rencananya, pihaknya akan menyasar terminal lainnya, bahkan masuk ke garasi Trans Semarang. Tentunya, ada sanksi bagi operator yang tidak memenuhi ketentuan.
“Sanksi pasti ada, itupun sudah dituangkan di dalam kontrak, detail banget. Misalnya, pintu buka ada sanksi. Operatornya ada sanksi administrasi, lisan, hingga tertulis,” katanya.
Ke depan, pihaknya berencana menggelar sharing session bersama pakar terkait gas buang. Hasil sharing session akan menjadi bahan evaluasi.
Dirinya tidak memungkiri jika banyak keluhan dari masyarakat terkait asap hitam yang dihasilkan armada Trans Semarang.
“Nanti kita diskusikan, misalnya mesin Dino kuat di medan seperti apa, Isuzu seperti apa, pakai bahan bakar apa. Bisa saja di sharing discussion kalau ada kesepakatan bersama jadi bahan kami untuk evaluasi kinerja operator, bahan untuk kami sampaikan ke pimpinan,” pungkasnya. (den/bas)
Editor : Baskoro Septiadi