RADARSEMARANG.ID, Semarang - Tak Terasa Usia Stasiun Poncol Sudah 110 tahun, stasiun yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol, Purwosari, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, resmi beroperasi sejak 6 Agustus 1914.
Kala itu bernama “Semarang West” yang dioperasikan oleh perusahaan kereta api swasta colonial Zustermaatschappijen bernama SCS (Samarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij).
Stasiun ini dirancang oleh arsitek kenamaan Belanda, Henry Maclaine Pont. Bangunan stasiun ini memiliki bangunan utama di tengah serta bangunan sayap.
Pada fasad bangunan utama, awalnya terdapat dekorasi ubin hitam dan abu bertuliskan SCS dan 1914.
Bangunan stasiun dinaungi overkaping berbahan besi yang diproduksi oleh De Vries Robbe di Gorinchem.
Semasa perang kemerdekaan, Stasiun Semarang Poncol mempunyai peran penting. Pegawai Stasiun Semarang Poncol saat itu sigap mengungsikan lokomotif-lokomotif di depo ke Stasiun Kedungjati.
Hal ini dilakukan agar sarana perkeretaaian tidak kembali dikuasai oleh musuh. Stasiun Semarang Poncol telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya berdasarkan Surat Keputusan Walikota nomor 646/50/1992 dan terdaftar di Registrasi Nasional Cagar Budaya dengan nomor RNCB.20160818.02.001204.
Dalam perjalanannya, saat ini Stasiun Semarang Poncol telah melayani pelanggan sebanyak 1.930.066 penumpang selama Januari hingga Juli Tahun 2024. Dan selama Tahun 2023 melayani sebanyak 3.037.589 penumpang.
Selain itu saat ini Stasiun Semarang Poncol juga melayani rata-rata 59 perjalanan KA setiap harinya, dengan jumlah 39 KA Penumpang dan 20 KA Barang.
Terdapat beberapa fasilitas peningkatan pelayanan kepada pelanggan, diantaranya: perluasan lahan parkir, penerapan system e-gate parkir, check-in counter untuk cetak tiket, charger corner di area stasiun, penataan tenant stasiun, drinking water station, toilet bersih dan lain sebagainya. (dit/bas)
Editor : Baskoro Septiadi