Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Waduh! 10 Sapi di Peternakan Cepoko Gunungpati Semarang Mati Mendadak, Polisi Turun Tangan

Muhammad Hariyanto • Selasa, 6 Agustus 2024 | 19:28 WIB
Sebanyak 10 ekor sapi milik warga Cepoko, Kecamatan Gunungpati ditemukan mati mendadak. (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
Sebanyak 10 ekor sapi milik warga Cepoko, Kecamatan Gunungpati ditemukan mati mendadak. (M Hariyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sebanyak 10 ekor sapi milik warga Cepoko, Kecamatan Gunungpati Semarang ditemukan mati mendadak.

Belum diketahui secara pasti penyebabnya. Kini kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kejadian ini.

Sapi-sapi tersebut milik warga sekitar yang berada dalam satu kandang.

Hewan ternak tersebut mati secara berkala, sejak pekan secara mendadak berjumlah lima ekor.

Kemudian, menyusul lagi lima ekor sekaligus mati mendadak di dalam kandang yang sama pada Senin (5/8/2024) sekitar pukul 06.30.

"Sapi sehat semua nggak ada apa-apa. Minggu kemarin satu (sapi) mati, terus Rabu satu, terus 1 lagi, terus ada lagi. Terus ini 5 mati seketika. Total 10 sapi itu milik 1 orang," ungkap Ketua kelompok Tani Rukun, Muhfasodin, Selasa (6/8/2024).

Kali pertama yang mengetahui kejadian ini adalah warga sekitar yang hendak memberi makan.

Kemudian, melihat lima sapi tersebut sudah tergeletak dalam kandang.

"Kondisinya melek, numpuk-numpuk, ada tali, kayak mau mutusin tali, berontak," ujarnya.

Selanjutnya, temuan kejadian ini dilaporkan ke Dinas Peternakan dan diteruskan ke Polsek Gunungpati, Selasa (6/8/2024).

Unit Inafis Polrestabes Semarang juga telah mendatangi lokasi melakukan olah TKP.

"Iya, itu kejadian kemarin (Senin), laporannya baru hari ini (Selasa). Dari keterangan Gapoktan, menyampaikan tiba tiba di kandang langsung mati aja," ungkap Kapolsek Gunungpati, Kompol Agung Raharjo.

Kapolsek juga menjelaskan, Dokter Hewan bernama Anis juga telah mendatangi lokasi setelah mendapat informasi dari Gapoktan setempat.

Kemudian, mengambil sampel-sampel untuk dikirim ke Laboratorium di daerah Wates, Kulonprogo, Yogyakarta.

"Sampel yang diambil diantaranya sampel darah, makanan, kerokan di lidah, untuk uji lab. Menurut dokter, hasil lab belum keluar, masih menunggu," tegasnya.

Sembari menunggu hasil lab, Kapolsek mengakui, juga masih melakukan penyelidikan terkait kejadian ini. Sedangkan total kerugian ditafsir mencapai ratusan juta rupiah.

"Kita belum bisa mengetahui penyebabnya. Kalau gejala-gejala tidak ada, tiba-tiba mati," katanya.

Kapolsek menyebut, lokasi kandang sapi tersebut jauh dari permukiman warga.

Pihaknya berharap, warga untuk selalu meningkatkan penjagaan. Selain itu juga menjaga kebersihan.

"Jaganya mandiri-mandiri kadang nengok pagi siang, malam. Kepada petani untuk selalu menjaga dan mengelola menjaga secara betul betul," harapnya. (mha/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Polrestabes Semarang #Sapi #peternakan sapi #Sapi Mati Mendadak