RADARSEMARANG.ID, Semarang – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang menggelar Festival Hari Anak Nasional di halaman Kantor BBPOM di Semarang Senin (5/8).
Tidak hanya itu, di festival tersebut juga terdapat edukasi tentang keamanan pangan dan Pangan Jajanan Anak Sekolah.
Dalam festival tersebut mengambil tema “Pangan Jajanan Aman untuk Anak Indonesia”, dimana selaras dengan tema Hari Anak Nasional yakni “Anak Terlindungi Indonesia Maju”.
Dengan pelaksanaan program Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang berkelanjutan bisa membekali anak dengan informasi keamanan pangan.
Kepala Balai Besar POM di Semarang, Lintang Purba Jaya mengungkapkan pihaknya mengundang perwakilan 25 sekolah yang ada di Jawa Tengah.
Para peserta nantinya juga akan mendapatkan edukasi terutama keamanan pangan dan juga perlindungan anak.
“Selain itu juga ada pameran UMKM dan yang paling terpenting terdapat psiko edukasi yang akan kami lakukan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan program PJAS, Balai Besar POM di Semarang hingga tahun 2024 telah melakukan sosialisasi kepada 919 sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Dari pelaksanaan program tersebut sudah melahirkan hampir 393 kader keamanan pangan.
“Kemudian sekolah yang sudah mendapatkan sertifikat PJAS sebanyak 131 sekolah yang ada di Provinsi Jawa Tengah,” terangnya.
Menurutnya, program PJAS memiliki peranan penting dalam pemenuhan asupan gizi pada anak usia sekolah.
Selain itu pengawasan keamanan PJAS dan pembinaan produsen makanan, penjaja serta konsumen PJAS harus dilakukan secara terus menerus.
Dari hasil sampling dan uji pangan jajanan anak sekolah yang dilakukan BBPOM di Semaran tahun 2024 sampai dengan bulan Juli, jumlah sampel yang memenuhi syarat (MS) kimia sebesar 96,23 persen. Sedangkan sampel yang memenuhi syarat (MS) mikrobiologi sebesar 90,39 persen.
“Maka dari itu kami dari BBPOM di Semarang akan terus melakukan pengawasan terhadap pangan jajan anak sekolah supaya semakin terjamin keamanannya,” tandasnya.
Lintang menambahkan festival yang dilaksanakan juga bertujuan untuk memberikan edukasi sekaligus membangun dan menggugah kepada pemerintah daerah untuk mulai sadar terkait dengan keamanan pangan di sekolah.
Serta memberikan pemahaman kepada anak didik bagaimana memilih dan memilah makanan yang aman khususnya terkait dengan kasus tingginya gula, garam, dan lemak.
“Kita juga melihat bahwa ternyata saat ini ancaman terhadap kesehatan masyarakat khususnya untuk anak ini sangat tinggi. Dengan adanya kekurangan gizi dan kelebihan gizi serta kekurangan gizi mikro ini yang menjadi salah satu fokus bagi kami,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Anak DP3AP2KB Provinsi Jawa Tengah, Budi Dayanti mengapresiasi festival Hari Anak Nasional yang dilaksanakan oleh BBPOM di Semarang.
Menurutnya tema yang diambil oleh BBPOM di Semarang saling berkaitan dengan apa yang dilakukan oleh Forum Anak Jawa Tengah.
Sebelumnya, Forum Anak Jawa Tengah melakukan poling anak di wilayah Jawa Tengah yang menyasar anak usia 13 tahun hingga 17 tahun.
Dalam poling tersebut dari 23.563 responden menyatakan bahwa 42,4 persen anak di Jawa Tengah 8,5 persen tidak mengetahui tentang PHBS.
“Kemudian 9,9 persen itu mereka di setiap minggunya melakukan aktivitas olahraga, tetapi yang lain 8,3 persen tidak pernah melakukan aktivitas fisik. Dan yang 2,83 persen hanya sekali melakukan kegiatan fisik,” jelasnya.
Selain itu, terkait dengan pola hidup sehat, sebesar 45,7 persen mengaku mengkonsumsi makanan yang disajikan tanpa mengetahui gizi didalamnya. Bahkan terdapt 3,8 persen anak tidak mengetahui arti dari gizi yang seimbang.
“Oleh karena itu, anak-anak harus diedukasi bagaimana gizi seimbang supaya mereka tumbuh dengan sehat,” pungkasnya. (nun/web/bas)
Editor : Baskoro Septiadi