RADARSEMARANG.ID, Semarang - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Balaikota Semarang Rabu (17/7) siang.
Petugas KPK menggeledah sejumlah ruangan di balaikota.
Sejumlah polisi dengan senjata laras panjang menjaga balaikota selama penggeledahan.
"Iya betul ada penggeledahan, informasinya dari KPK," kata seorang pegawai yang ditanya Jawa Pos Radar Semarang.
Informasi ini diperkuat petugas keamanan yang ada di balaikota Semarang.
Pria yang enggan disebutkan namanya ini, menjelaskan ada lima sampai enam orang dari KPK, mendatangi lobi Balaikota.
"Tadi ada yang datang lima sampai enam orang, mengaku dari KPK," ujarnya.
Menurutnya, beberapa pria yang mengaku dari KPK ini datang sekitar pukul 11.00 siang.
Selanjutnya mereka diantar ke sejumlah ruangan di balaikota.
Petugas KPK juga sempat naik ke lantai 6 gedung Moch Ikhsan, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ).
Dikabarkan petugas KPK juga memeriksa tempat lain di luar kompleks balaikota.
Selama pemeriksaan, PNS di lingkungan Pemkot Semarang tetap bekerja seperti biasa.
Total sekitar sembilan jam, lembaga antirasuah itu melakukan pemeriksaaan di kompleks balaikota.
Petugas KPK keluar dari kantor Pemkot Semarang dengan membawa dua koper besar.
Meski demikian belum ada penjelasan terkait isi koper tersebut.
Dari pantauan koran ini, KPK keluar dari balaikota sekitar pukul 18.15 WIB.
Ada empat mobil hitam dan satu mobil polisi yang sudah menunggu di depan gedung.
Kemudian keluar dia orang masing-masing membawa koper besar yang kemudian dimasukkan ke salah satu mobil.
Kemudian para petugas KPK menyusul masuk mobil dan tidak menjawab ketika ditanya wartawan.
Rombongan mobil langsung meninggalkan Balaikota Semarang.
Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika dalam rilis KPK di Jakarta membenarkan kegiatan penyelidikan di Kota Semarang.
"Betul sedang ada kegiatan penyidikan oleh teman-teman penyidik di daerah Semarang," ungkapnya.
Tessa menuturkan, KPK sudah melakukan pencekalan atau pelarangan terhadap beberapa yang masuk dalam penyidikan dugaan korupsi yang ditangani KPK di Semarang.
"Proses penyidikan saat ini masih berjalan, untuk nama dan inisial tersangka belum bisa disampaikan saat ini," jelasnya. (den/ton)
Editor : Baskoro Septiadi