Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Warga Genuk Semarang Ternyata Punya Jajanan Khas, Namanya 'Ndas Maling', Seperti Ini Penampakannya

Figur Ronggo Wassalim • Selasa, 16 Juli 2024 | 20:52 WIB
Makanan Khas Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah yang diangkat di Festival Jajan Pasar beberapa waktu lalu. FIGUR RONGGO WASSALIM/JAWA POS RADAR SEMARANG
Makanan Khas Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah yang diangkat di Festival Jajan Pasar beberapa waktu lalu. FIGUR RONGGO WASSALIM/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Ribuan warga Genuk tumplek blek mengikuti Festival Jajan Pasar di Taman Bangetayu, Minggu (30/6) sore.

Berbagai makanan tradisional, dipamerkan. Seperti putu ayu, onde-onde, nogosari, kue talam, lupis, getuk, klepon, lapis, dadar gulung, kue lumpur, clorog, lupis, putu Mayang, sosis solo, dan lainnya.

Menariknya, ada kuliner ndas maling, jajanan khas Genuk yang kembali dipopulerkan.

13 kelurahan di wilayah Kecamatan Genuk membawa gunungan berisi jajan pasar. Mereka mengarak gunungan dari SD Negeri Bangetayu Wetan 01 menuju Taman Bangetayu.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengapresiasi Festival Jajan Pasar yang menjadi ciri khas Kecamatan Genuk.

Ia meminta agar Ndas Maling yang menjadi makanan tradisional dan kearifan lokal wilayah Genuk. Seperti memberikan rasa dan membungkus semenarik mungkin.

"Sehingga ketika ada kegiatan,  makanan Ndas Maling selalu ditampilkan, dan menjadi potensi unggulan. Kami berharap tidak ada Maling di Genuk karena Ndasnya dimakan," ujarnya.

Tokoh Masyarakat Kecamatan Genuk, Sutrisno, mengungkapkan ndas maling merupakan makanan tradisional Khas Genuk yang terbuat dari tepung terigu atau ketela yang dicampur gula aren atau gula jawa yang dipadatkan membentuk bola-bola lalu dikukus.

"Riwayat nenek moyang itu ketela atau tepung dan gula, asalnya di Kudu dan Penggaron Lor. Ndas Maling tidak mengandung kolesterol," ujarnya.

Melalui Festival Jajan Pasar, masyarakat semakin mengetahui dan melestarikan makanan tradisional khas Genuk. "Harganya cukup terjangkau, hanya Rp 1000-an saja," katanya.

Camat Genuk, Suroto, menambahkan Festival Jajan Pasar sejalan dengan Kampung Tematik di wilayah Kecamatan Genuk. Sehingga, pihaknya mengenalkan jajan pasar tradisional kepada masyarakat. 

Baca Juga: Termasuk Pemain Keturunan, Inilah Daftar 23 Nama Skuad Timnas U-19 Untuk Berlaga di Piala AFF U-19 2024

"Sehingga UMKM jajan pasar ini semakin berkembang, artinya jika masyarakat mencari jajan pasar ini harusnya ke Genuk," jelasnya.

Tahun 2024, jajanan Ndas Maling banyak dikenal ke masyarakat. Agar menarik, Ndas Maling dimodifikasi dengan berbagai rasa. Seperti rasa keju, coklat, wijen dan lainnya.

"Kami ingin Ndas Maling sejajar dengan wingko babat, lumpia, dan ganjel rel. Sehingga, menjadi makanan Khas Genuk, umumnya Kota Semarang," tambahnya. (fgr/fth)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Genuk #Ndas Maling #Kuliner Semarang