RADARSEMARANG.ID, Semarang - Puluhan remaja menikmati seluncuran di Bendungan Pleret Banjir Kanal Barat (BKB) Semarang, Sabtu (13/7) layaknya bermain wahana air di water boom.
Lantai bendungan yang diresmikan penggunaannya pada 23 Januari 1879 ini berlumut dan licin sehingga anak-anak tersebut akan mudah meluncur ke bawah.
Berdasarkan catatan sejarah, aktivitas seluncuran di bendungan Pleret ini sudah ada sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda.
Bahkan pada masa itu dibentuk klub untuk mewadahi penggemar prosotan di Plered yang diketuai penjaga pintu air bernama Zimmermann.
Nama Zimmermann ini sempat diabadikan menjadi nama jalan inspeksi di sisi timur BKB yang kemudiansetelah Indonesia Merdeka diubah menjadi Jalan Basudewa. (den/ton)