RADARSEMARANG.ID, Semarang - Fasilitas pelican crossing dinilai belum efektif. Sebab masih banyak pengendara motor ataupun mobil yang masih suka menerobos. Sehingga membahayakan pejalan kaki.
Contohnya ketika masyarakat di Jalan Pemuda menggunakan pelican crossing. Masih ada kendaraan yang nyelonong, alias menerobos lampu. Padahal sudah jelas-jelas pejalan kaki masih menyebrang jalan.
Koalisi Pejalan Kaki Theresia Tarigan mengatakan, penggunaan pelican crossing di Kota Semarang masih belum maksimal.
Sebagai pemegang kekuasaan Pemkot Semarang, harus tegas dalam membuat kebijakan. Yang paling utama adalah tidak memanjakan kendaraan pribadi. Misalnya dengan memberikan sanksi kepada pelanggar lalu lintas.
“Sebenarnya yang paling penting Pemkot tidak memberi karpet merah untuk sepeda motor dan mobil. Artinya penataan parkir jangan terlalu memanjakan kendaraan pribadi,” jelasnya.
Baca Juga: Pemkot Semarang Bakal Tambah Pelican Crossing
There menyebut apabila Pemkot Semarang ingin penggunaan pelican crossing efektif, maka harus meniru kota yang lebih maju dalam mengedepankan hak pejalan kaki. Seperti Kota Surabaya.
Menurutnya tidak bisa tiba-tiba membenahi atau menambah jumlah pelican crossing. Fasilitas mendasar seperti trotoar jalan harus terpenuhi terlebih dahulu.
Mulai dari panjang dan lebar trotoar. Hingga fungsinya benar-benar digunakan bagi pejalan kaki, bukan malah dibuat pedagang untuk menjajakan jualannya.
Sehingga masyarakat bisa lebih enjoy ketika melakukan aktivitas dengan jalan kaki serta menggunakan transportasi umum.
“Jadi kita nggak bisa ujug-ujug membenahi pelican crossing. Jadi trotoar itu basic mobility sebagai langkah awal,” tegasnya.
Lebih lanjut kata dia, pemberian sanksi tegas kepada pengendara yang melakukan pelanggaran menjadi kunci.
Diharapkan masyarakat nantinya akan tersadar dan mempunyai efek jera untuk tidak melakukan kesalahan lagi.
“Perilaku kita tidak menunjukkan (hak pejalan kaki). Hanya komunitas yang memikirkan pejalan kaki sebagai kasta tertinggi,” imbuhnya.
Pihaknya juga berharap transportasi umum di Kota Semarang dibenahi. Terutama Trans Semarang, baik bus, feeder, dan sub feeder.
Ketika transportasi mendukung, maka minat masyarakat dalam menggunakan kendaraan umum akan meningkat.
"Sehingga jumlah pejalan kaki bertambah, penggunaan pribadi menurun, polusi juga berkurang," tambahnya. (kap/fth)
Editor : Baskoro Septiadi