RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang berencana akan menambah pelican crossing atau penyeberangan orang di sejumlah tempat. Terutama di kawasan sekolah.
Pelican crossing dianggap efektif digunakan untuk menyebrang jalan. Apalagi teknologi ini juga ramah disabilitas.
Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub Kota Semarang, Antonius Hariyanto menjelaskan, jika Dishub saat ini hanya memiliki dua pelican crossing.
Yakni di Jalan Pemuda (Depan SMA N 3 Semarang) dan di Jalan Imam Bonjol tak jauh dari Halte Trans Semarang.
Adanya pelican crossing dinilai sangat efektif untuk pejalan kaki ketika akan menyeberang jalan. Dikarenakan pelican crossing, selain memiliki lampu dan memiliki suara.
"Sementara kita masih memiliki dua pelican crossing, tapi menurut saya ini sangat efektif bagi pejalan kaki. Ada traffic light dengan isyarat suara," katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang.
Baca Juga: Jembatan Penyeberangan Orang di Semarang Banyak yang Rusak, Dishub Kesulitan Cari Pemilik JPO
Toni mengaku akan melakukan penambahan pelican crossing di beberapa tempat, salah satunya di sekolah.
Pihaknya saat ini sedang merancang dan menyusun anggaran dari APBD. Dishub kata dia, juga membuka pihak swasta jika membantu pemerintah membangun pelican crossing, dengan anggaran CSR.
"Kedepannya Tentu akan kita tambah. Kita sedang susun anggaran, idealnya akan ditempatkan di depan sekolah yang dianggap ramai lalu lintas kendaraan,"ujarnya.
Sebenarnya, dari sisi anggaran dan keefektifan, pelican crossing dianggap lebih efektif dibandingkan jembatan penyeberangan orang (JPO), apalagi jika dilihat dari sisi kemudahan.
"Kalau nilai pembangunannya mungkin lebih murah, dan lebih efektif serta mudah digunakan. Selama ini orang jarang menggunakan JPO karena harus naik tangga," bebernya.
Disinggung terkait adanya orang yang iseng memencet tombol di pelican crossing namun tidak menyebrang, Toni mengaku sampai saat ini belum ada kasus yang ditemukan.
Apalagi di sekitar pelican crossing dipasang cctv yang langsung terintegrasi dengan ATCS yang ada di kantor Dishub.
Toni yakin jika jarang ada orang iseng yang memencet tombol, namun tidak menyebrang.
"Biasanya kendaraan baru jalan ketika lampu merah berubah kuning. Selain itu juga dilengkapi CCTV sebagai pengawasan," tambahnya. (den/fth)
Editor : Baskoro Septiadi