Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Panpel Tarkam Bener Bersatu Cup Kabupaten Semarang Diperiksa Komdis Asprov PSSI Jateng

Muhammad Hariyanto • Rabu, 5 Juni 2024 | 01:46 WIB
Empat orang dari pihak panitia penyelenggara Bener Bersatu Cup 2024 Kabupaten Semarang dipanggil Komite Disiplin PSSI Jateng. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)
Empat orang dari pihak panitia penyelenggara Bener Bersatu Cup 2024 Kabupaten Semarang dipanggil Komite Disiplin PSSI Jateng. (Nurchamim/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Empat orang dari pihak panitia penyelenggara pertandingan sepak bola turnamen antar kampung (tarkam) Bener Bersatu Cup 2024 Kabupaten Semarang dipanggil Komite Disiplin Asprov PSSI Jateng.

Pemanggilan ini buntut kericuhan pertandingan final turnamen tersebut, pada Minggu (2/6/2024).

Kemarin setelah kejadian yang pertandingan ricuh di sebuah turnamen di Kabupaten Semarang, babak kedua langsung memberikan instruksi khususnya kepada badan yudisial untuk melakukan langkah langkah menyikapi area dan kapasitas sepakbola.

Sekretaris Asprov PSSI Jateng, Purwidyastanto mengatakan telah menginstruksikan kepada Badan Yudisial untuk melakukan langkah-langkah menyikapi area dan kapasitas sepakbola, atau tempat pertandingan di Lapangan Pule Tugu Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.

"Hari ini segera, kami sekretariatan berkirim surat kepada pihak-pihak yang akan kita mintai keterangan dan sebenarnya agenda ini akan mengundang dan meminta keterangan dari pihak panitia, terus dari pihak perangkat pertandingan yang bertugas," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (4/6/2024).

"Kebetulan karena katanya wasit dan wasit cadangan sedang dalam perawatan medis, maka seharusnya yang hari ini asisten wasit 1 dan 2, serta komite wasit Askab PSSI Semarang, yang menugaskan mereka terlibat memimpin pertandingan itu.

Namun demikian, lanjutnya mengatakan perangkat pertandingan dan komite wasit yang seharusnya di panggil untuk dimintai keterangan tidak bisa hadir, pada hari Selasa (4/6/2024).

Sebab, informasi yang diperoleh sedang dalam pemeriksaan di Polres Semarang terkait pelaporan buntut pengeroyokan yang dialaminya.

"Sehingga mungkin akan kita jadwalkan ulang. Panitia penyelenggara panitia pertandingan sudah menemui dan mereka sudah memberikan keterangannya, informasi nya oleh komite yudisial," bebernya.

Menanggapi adanya sanksi terhadap mereka yang diduga melakukan pelanggaran dari kejadian ini, pihaknya mengatakan arah untuk penjatuhan sanksi tersebut tentunya kewenangan komite disiplin.

Menurutnya, sekarang ini, masih menggali keterangan dari pihak Panpel termasuk nantinya pihak lain yang dilibatkan.

"Tentunya iya (sanksi). Karena komite disiplin akan bekerja sesuai kode disiplin. Dan batasan batasan di sana ditentukan komite disiplin tepat dalam memberikan keputusan. Walau demikian atas semua itu akan kita sampaikan kepada PSSI di tingkat pusat, untuk nantinya tepat langkah langkah yang diambil oleh Asprov Jawa Tengah," bebernya.

Menurutnya, kericuhan pertandingan izin tidak hanya terjadi dalam turnamen Tarkam. Tetapi ada juga di pertandingan Liga nasional.

Namun, demikian pihaknya mengajak supaya panitia pertandingan maupun pihak lain yang terlibat untuk memenuhi berbagai unsur aspek pelaksanaan pertandingan.

"Sepak bola ini banyak unsur yang harus di penuhi. Salah satunya yang terpenting adalah aspek keamanan kenyamanan dan ketertiban di lapangan. Rekomendasi pertandingan tidak berhenti di Polsek atau di Polres saja," jelasnya.

"Di sepak bola izin keramaian diterbitkan, ya harus diimbangi komitmen untuk kondisi itu terpenuhi. Semua rekomendasi semua pihak itu harus terpenuhi. Ya pemainnya ya perangkat pertandingan," lanjutnya.

Menanggapi terkait faktor keamanan pada berlangsungnya turnamen pertandingan di Kabupaten Semarang tersebut, pihaknya masih menunggu tim yang melakukan penggalian di lokasi tersebut.

"Tadi kami gali kesana, nanti kesimpulannya akan diambil oleh komite disiplin kalau sudah kesana, yang sudah menggali kesana," pungkasnya.

Pihaknya berharap, hal tersebut tidak kembali terulang dalam pertandingan dunia sepakbola. Pihaknya juga mengajak, supaya pihak pihak berkaitan untuk berkomitmen menjaga sportifitas.

"Kita asprov akan perintahkan komdis asprov untuk investigasi turnamen tersebut, kami akan panggil panitia turnamen, pemain yang terlibat dan perangkat pertandingan dan akan hukum semua pelaku yang terbukti anarkis serta terbukti melakukan tindakan mencederai fair play baik perangkat maupun klub maupun pemainnya," kata Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah, Yoyok Sukawi.

"PSSI Jateng akan bertindak tegas supaya ada efek jera serta kejadian yang tidak sportif seperti itu tidak terulang di sepakbola Jawa Tengah," imbuhnya. (mha/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Tarkam Bener Bersatu Cup 2024 #tarkam berakhir keributan #Ricuh Tarkam Desa Bener #Tarkam Ricuh Kabupaten Semarang