RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang merubah total sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk sekolah negeri di Kota Semarang, untuk tahun ajaran baru 2024-2025.
Perubahan ini disesaikan dengan Peraturan Sekretaris Jenderal (Persekjen) Nomor 47 Tahun 2023 dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 1 Tahun 2021.
Sekretaris PPBD Disdik Kota Semarang, Fajriyah menjelaskan, pada tahun sebelumnya PPDB mengganakan sistem modifikasi, yakni semua indikator PPDB diramu menjadi satu dan muncul satu nilai akhir peringkat (NAP).
Sementara tahun ini ada perubahan total dan dibagi dalam beberapa jalur.
“Tahun ini ada perubahan total, bisa dikatakan berbeda 180 derajat dari pada tahun lalu,” ujarnya usai memberikan bimbingan teknis (bimtek) kepada operator sekolah, di SMPN 5 Semarang, Selasa (4/6)
Wanita yang juga menjabat sebagai Sub Koordinator Kurikulum dan Penilian SMP Disdik Kota Semarang, ini mencontohkan jika tahun lalu ada pra pendaftaran, ditahun ini ditiadakan lantaran orang tua siswa yang sudah melakukan pra pendaftaran malah tidak melakukan pendaftaran di PPDB online.
“Sudah tidak ada, kemarin tahunya kalau sudah di pra pendaftaran ya sudah. Tahun ini tidak ada,” tuturnya.
Ia menjelaskan, pada PPDB Kota Semarang 2024, dia menyebut, ada tiga jalur untuk jenjang SD dan empat jalur untuk jenjang SMP. Pertama, jalur zonasi.
Pada jalur zonasi, ada nilai lingkungan. Nilai ini merupakan kebijakan daerah yang diterapkan di Kota Semarang.
“Adanya nilai lingkungan ini bertujuan agar warga sekitar sekolah bisa masuk sekolah terdekat. Kami ingin warga RT yang menempel di lingkungan sekolah, diterima di sekolah tersebut,” jelasnya.
Lalu ada jalur afirmasi yang dibagi dua kategori yaitu inklusi dan siswa miskin. Disdik kata dia, memprioritaskan siswa kategori inklusi.
Daya tampung kategori inklusi sebanyak sepersepuluh dari jumlah siswa.
Nantinya, jika dalam satu sekolah kelebihan siswa inklusi, akan doarahkan ke sekolah lainnya.
“Kalau SD jumlahnya 28 siswa maka 3 siswa inklusi per rombel, SMP 32 siswa, jadi 3 siswa inklusi per rombel. Kami atur seperti itu. PPDB inklusi sudah dibuka 1 Februari - 26 Maret 2024. Pengunguman 10 Juni 2024,”bebernya.
Lalu ada kuota afirmasi inklusi akan diperuntukan bagi siswa miskin. Jalur afirmasi siswa miskin ini dipastikan satu pintu melalui data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dari Kementerian Sosial.
“Semua siswa yang terdata di DTKS bisa mendaftar lewat afirmasi. Kalau tidak terdata ya tidak bisa, dan tidak bisa memakai surat keterangan tidak mampu (SKTM),” ujarnya.
Lalu ada jalur mutasi yang diperuntukkan bagi calon siswa yang orang tua dari luar kota bekerja di Semarang.
Jalur mutasi ini difokuskan untuk ASN, TNI, Polri, BUMN, dan BUMD. Usia surat mutasi satu tahun. Jika ada sisa kuota mutasi, akan dialihkan ke anak guru yang mengajar di sekolah tersebut.
“Untuk SMP ada penambahan jalur prestasi. Jalur ini tidak dibatasi zona, siswa bisa mendaftar ke sekolah yang ada di zona lainnya,” jelasnya.
Selain itu untuk masuk jalur prestasi, tidak harus mempunyai piagam. Siswa kata dia bisa menggunakan nilai rapor, namun jika memiliki piagam bisa menjadi nilai tambah.
Selain itu Pemkot mengambil kebijakan adanya tambahan nilai penguatan pendidikan karakter (NPPK), misalnya calon siswa mengikuti kegiatan TPQ, kegiatan kebudayaan antara lain keahlian dalang atau lainnya.
“Asalkan mereka punya bukti, bisa jadi nilai tambah NPPK. Piagam NPPK ini diunggah sekolah masing-masing. Verifikasi di Disdik. Piagam kejuaraan dan NPPK ini bukan hanya SD, MI juga diberi kesempatan mengunggah kejuaraan,” katanya.
Tahun ini persentase PPDB untuk jenjang SD sebanyak 75 persen untuk zonasi, 20 persen afirmasi, dan lima persen mutasi.
Sementara, persentase jenjang SMP sebanyak 55 persen zonasi, 25 persen afirmasi, lima persen mutasi, dan 15 persen prestasi.
“Kuota untuk seluruh jenjang sekitar 11 ribu siswa, sedangkan angka kelulusan mencapai 25 ribu siswa. Artinya, nantinya tidak semua pendaftar akan diterima di sekolah negeri,” bebernya.
Perbedaan lainnya untuk PPDB 2024 ini, Fajriyah menyebut, ada cadangan sebesar tiga persen dari daya tampung.
Cadangan akan muncul setelah pengunguman. Nantinya, siswa cadangan dihubungi masing-masing satuan pendidikan.
“Ada kemungkinan mereka diterima tapi tidak daftar ulang. Kursi kosong. Sekolah mempunyai kewenangan untuk menghubungi cadangan,”pungkasnya. (den/bas)