Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

S3 Marketing! Dikira Jual BBM, Pertehmina di Semarang Ternyata Jual Varian Es Teh Pertehmax, Pertehlite, Pertehmium dan Pertehmax Turbo

Muhammad Iqbal Amar • Rabu, 29 Mei 2024 | 01:37 WIB

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Semarang Tengah ini punya produk yang cukup unik.

Usaha tersebut berkonsep seperti pertamini namun nosel yang seharusnya mengeluarkan bahan bakar minyak justru mengeluarkan minuman teh.

Salah satunya mesin pom mini yang berlokasi di depan Polsek Semarang Tengah, Kota Semarang. Awalnya banyak orang yang kecele karena dikira menjual BBM.

Namun jika dilihat dari dekat ternyata hanya plesetan dari usaha pom bensin pertamini menjadi usaha minuman pertehmina.

Usaha minuman itu memiliki konsep persis layaknya pertamini yang saat ini sudah menjamur di masyarakat.

Namun, isinya bukan BBM namun minuman es teh. Saat ini banyak UMKM yang unik, kreatif, nyentrik, bahkan out of the box.

Hal itu dilakukan untuk menarik perhatian masyarakat dan memuluskan penjualan dengan strategi S3 Marketing.

Sebab es teh menjadi minuman yang menjamur dan mudah dijumpai disetiap wilayah atau tepi jalan.

Panatuan Jawa Pos Radar Semarang di lokasi, tampak UMKM Pertehmina itu mengadopsi penuh konsep Pertamini.

Ada flow meter yang menunjukkan angka pengeluaran berapa rupaiah per liter. Lalu keypad matrik untuk menentukan jumlah yang dikeluarkan sesuai nominal konsumen.

Bahkan, mengisi teh ke dalam kemasan plastik juga menggunakan nosel layaknya mengisi bahan bakar minyak.

Seorang karyawan Pertehmina Didit mengungkapkan, Pertehmina sudah mulai berjualan sejak minggu kedua saat bulan puasa lalu.

Kapolsek Semarang Tengah adalah seorang yang menggawangi konsep Pertehmina tersebut. Ide Pertehmini muncul untuk menjadi pembeda dari es teh lainnya yang sudah terlebih dahulu merebak.

“Baru disini di semarang dan banyak yang penasaran ternyata semakin ramai,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (28/5).

Momen kocak juga dialami Didit saat awal-awal jualan. Banyak ibu-ibu dan mbak-mbak yang mengira kalau dirinya jualan BBM.

Praktis mereka kecele karena sebenarnya yang dijual Didit adalah minuman es teh.

Macam-macam dan harga  teh yang dijual pun beragam seperti bahan bakar di pertamina.

Sehari paling tinggi ia bisa menghabiskan 12 liter teh.

“Range harga  Rp. 3 ribu-9 ribu. Ada es teh eceran, pertehmax, pertehlite, pertehmium, dan pertehmax turbo. Ada juga campuran rasa buah buahan,” ujar mahasiswa Unwahas semester 4 itu. (mia/bas)

Nyentrik: usaha es teh yang mengadopsi konsep pertamina di depan Polsek Semarang Tengah
Nyentrik: usaha es teh yang mengadopsi konsep pertamina di depan Polsek Semarang Tengah
Editor : Baskoro Septiadi
#Pertehmina #es teh #s3 marketing #umkm semarang