Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Komunitas Difabel Mandiri Semarang Wadahi Para Pelaku UMKM Penyandang Disabilitas

Khafifah Arini Putri • Minggu, 26 Mei 2024 | 17:19 WIB
Azis Abdullah Bajasud menunjukkan produk frame kacamata kayu yang pernah dibeli Presiden Joko Widodo. KHAFIFAH ARINI PUTRI/JAWA POS RADAR SEMARANG
Azis Abdullah Bajasud menunjukkan produk frame kacamata kayu yang pernah dibeli Presiden Joko Widodo. KHAFIFAH ARINI PUTRI/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID - Keterbatasan fisik yang dimiliki kaum difabel bukan menjadi halangan untuk berbisnis. Sebab itu, Komunitas Difabel Mandiri (KDM) berdiri.

Semua orang bisa membuat bisnis mereka sendiri. Begitupun dengan kaum difabel. Selama mereka memiliki tekad bulat dan value untuk memperkuat personal brandingnya. Tak salah jika usahanya bisa sejajar dengan orang normal lainnya.

 Baca Juga: Mengenal Tarian Topeng Gecul Khas Desa Ngrawan Kabupaten Semarang, Tari Komedi Penghibur Raja Era Mataram Kuno

Tujuan dari KDM tak lain untuk mewadahi orang-orang yang memiliki keterbatasan. Tapi ingin berjuang untuk mandiri dalam mengembangkan usahanya.

Komunitas ini berdiri sejak tahun 2017. Diprakrasai oleh Azis Abdullah Bajasud. Azis mengaku prihatin dengan nasib teman-temannya.

Dimana keterbatasan mereka justru dijadikan sebagai alat belas kasihan agar mendapat bantuan dari pemerintah maupun pihak lain.

Azis pun mendirikan KDM untuk mengubah persepsi tersebut. Komunitas ini menjadi tempat untuk pemberdayaan ekonomi, sharing job, serta sharing jaringan.

 Baca Juga: Komunitas 'Gangster' Jadi Wadah untuk Share dan Belajar Bisnis Jasa Towing

"Kalau kita misinya jualan, bukan minta bantuan. Karena banyak juga komunitas yang hanya minta bansos-bansos saja," jelas Founder KDM Azis saat ditemui di Tokonya di Pasar Baru Banjardowo, Genuk, Kota Semarang.

Komunitas ini berisi 20 anggota. Semuanya pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM), serta ada tambahan lima anggota lain yang belum memiliki usaha.

"Anggota kita sebenarnya khusus pelaku UMKM semua. Totalnya ada 25, yang 20 ini pelaku UMKM yang lima anggota lain masih bantu-bantu. Kalau ada teman yang banjir orderan nanti mereka yang bantu," akunya.

Pria 45 tahun ini selalu merangkul anggotanya untuk terus mengembangkan usahanya. Fokusnya memang pada kaum difabel yang memiliki usaha.

Pihaknya juga tidak menerima bantuan berupa modal usaha saja. Melainkan ia lebih memilih bantuan untuk dicarikan pasar. Dari sini UMKM milik teman-temannya bisa terus survive.

"Kalau kita hanya diberi bantuan berupa modal uang, pasti habis tapi dagangannya belum tentu laku. Maka kami minta kalau ada bantuan itu lebih ke market pasar, kita dibantu jualan dibanding diberi modal terus disuruh mengembalikan," tegasnya.

Sempat vakum karena Pandemi Covid-19. KDM mulai bangkit di 2022. Di mana usaha frame kacamata Azis saat itu juga sedang booming.

Kala itu lah KDM juga mulai menggelar pertemuan rutin. Melaksanakan pelatihan, serta bakti sosial. Sasarannya pun tak melulu kaum difabel.

Melainkan masyarakat umum yang putus sekolah. Mereka diberi pengajaran serta pelatihan agar mempunyai keterampilan.

Ia berharap melalui komunitas ini para pelaku UMKM terutama yang difabel semakin naik kelas.

Contohnya usahanya Bj Homed dan Hay Optik. Azis memanfaatkan limbah kayu untuk dijadikan suatu produk unggulan.

Yakni frame kacamata. Bahkan produknya sudah dikenal dikancah nasional hingga Internasional. Melalui reseller Azis pernah mengirim frame kacamata ke Korea dan Jepang.

Produknya juga pernah dibeli secara langsung oleh Presiden Joko Widodo dalam acara pameran di Jakarta Convention Center (JCC).

Karena produknya semakin luas dikenal masyarakat, serta punya keunikan tersendiri. Bj Homed miliknya juga kini menjadi UMKM binaan Bank Indonesia Jawa Tengah.

Azis sering dibantu, diberikan stan saat pameran. Dari sini lah usahanya terus berkembang.

"Sekarang sudah jadi mitra binaan BI Jateng, kita pelaku UMKM diberikan wadah untuk memamerkan produk dimana BI yang mencarikan marketnya," tandasnya. (kap/ton)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#komunitas difabel mandiri #UMKM