Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Gelar Tradisi Apitan, Warga Kranggan Dalam Semarang Lakukan Nyadran Sendang

Figur Ronggo Wassalim • Kamis, 23 Mei 2024 | 23:18 WIB

 

Warga Kranggan Dalam RW 1 Kelurahan Kranggan, Semarang Tengah melakukan nyadran Sendang Nyai Ronggo - Aki Ronggo sebagai tradisi Apitan, Kamis (23/5). FIGUR RONGGO WASSALIM/JAWA POS RADAR SEMARANG
Warga Kranggan Dalam RW 1 Kelurahan Kranggan, Semarang Tengah melakukan nyadran Sendang Nyai Ronggo - Aki Ronggo sebagai tradisi Apitan, Kamis (23/5). FIGUR RONGGO WASSALIM/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Warga Kranggan Dalam RW 1 Kelurahan Kranggan, Semarang Tengah menggelar tradisi Apitan, Kamis (23/5).

Pukul 09.00 tradisi Apitan dimulai ritual dan berdoa dipandu oleh sesepuh Kranggan Dalam, Sukandar Wibowo, 84.

Dilanjutkan dengan menguras Sendang Nyi Ronggo - Kaki Ronggo oleh para lelaki, baik anak-anak hingga dewasa.

Mereka sangat antusias membersihkan area sendang. Bahkan, beberapa di antaranya berhasil mendapatkan ikan bawal dan ikan sapu-sapu.

Sementara ibu-ibu memasak untuk disajikan saat selametan mendoakan arwah leluhur secara berjamaah di Musala Al-Karomah setelah bakda Duhur. Malam harinya, terdapat tirakatakan malam hingga pagi.

Sesepuh Kranggan Dalam, Sukandar Wibowo, 84, menceritakan pada tahun 1780an, banyak penduduk dari luar hijrah dan berdomisili ke Semarang Tengah, tepatnya di Kranggan Dalam.

"Kemudian diberi petunjuk untuk membuat Sendang di tengah-tengah kampung," katanya.

Sendang tersebut dulunya merupakan sumber air untuk kebutuhan sehari-hari oleh warga.

"Yang membuat Sendang itu suami istri, Nyi Ronggo dan Kaki Ronggo, mereka dimakamkan di sendang tersebut," katanya.

Sosok mereka merupakan sesepuh di wilayah tersebut. Sehingga sendang tersebut dilestarikan oleh warga setempat.

Tradisi Apitan merupakan tradisi slametan dan ziarah kubur.

"Kita meminta keberkahan agar wilayah ini selalu aman dan tidak ada permasalahan sehingga seolah-olah terlindungi," jelasnya.

Sementara itu, Ketua RW 1 Kelurahan Kranggan, Agus Heriawan, mengungkapkan warga Kranggan Dalam selalu melestarikan tradisi Apitan setiap satu tahun sekali pada Bulan Apit menurut penanggalan Jawa.

"Ini budaya jangan sampai punah, saya belum lahir pun sudah ada tradisi ini, sehingga kami mengajak masyarakat untuk menguri-uri budaya ini. Selain mempererat tali silaturahmi antar warga," jelasnya.

Ia berharap melalui Tradisi Apitan, selalu membawa keberkahan wilayah RW 1 Kelurahan Kranggan.

"Tentunya kami memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar senantiasa diberi keselamatan, keberkahan dan kesejahteraan. Sehingga, masyarakat bisa guyub dan rukun," harapnya. (fgr/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Kranggan #Tradisi Apitan