Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Perayaan Tri Suci Waisak, Umat Buddha di Kota Semarang Gaungkan Perdamaian dan Toleransi

Muhammad Iqbal Amar • Kamis, 23 Mei 2024 | 23:22 WIB
Teatrikal  Kebhinekaan mengiringi perayaan Tri Suci Waisak di Vihara Mahavira Graha Semarang, Kamis (23/5/2024)
Teatrikal Kebhinekaan mengiringi perayaan Tri Suci Waisak di Vihara Mahavira Graha Semarang, Kamis (23/5/2024)

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Perayaan Tri Suci Waisak 2568 BE/2024 M di Kota Semarang menjadi momentum untuk menggaungkan perdamaian dan penguatan nilai toleransi antar umat beragama.

Implementasi ajaran Buddha (Buddha Dharma) penting dilakukan untuk mencapai kebahagiaan dengan mengutamakan nilai-nilai kemajemukan, kemanusiaan, dan cinta kasih.

 Baca Juga: Gelar Tradisi Apitan, Warga Kranggan Dalam Semarang Lakukan Nyadran Sendang

Hal itu direfleksikan dalam perayaan Tri Suci Waisak di Vihara Mahavira Graha Semarang, Kamis (23/5).

Perayaan Waisak diwarnai dengan simbol keberagaman identitas budaya Nusantara. Sehingga, tercipta iklim kebhinekaan yang begitu kental.

Spirit perdamaian dan kerukunan dalam bingkai kebhinekaan terbungkus dalam penampilan teatrikal oleh anak-anak sekolah Minggu.

Meski sederhana namun menyiratkan pesan yang cukup mengena.

 Baca Juga: Hari Raya Waisak, 79 WBP di Jawa Tengah Peroleh Remisi Khusus

Penampilan berupa tarian itu diperankan secara apik. Mereka memperagakan tarian Ondel-ondel, tarian Jawa, Papua, China, dan beberapa daerah lain di Nusantara.

Dari seluruh tarian itu, kemudian dibalut dengan peran para pemuda yang membawakan bendera merah putih.

"Seluruh rangkaian perayaan Tri Suci Waisak ini untuk menggaungkan perdamaian dunia. Sehingga relevan dengan tema yakni 'Menumbuhkan Kebijaksanaan Disaat Krisis," ucap Samanera Vihara Mahavira Graha Semarang Suhu Chuan Chi.

Dikatakan, saat ini sudah bukan rahasia umum mendapati fakta bahwa dunia sedang dihadapkan oleh peperangan di beberapa negara.

Oleh karena itu, ajaran Buddha perlu dijalankan untuk mengatasi kekacauan yang sedang terjadi.

"Dengan praktik tersebut maka akan mencapai kebahagiaan dunia yang akan kita dapatkan," sambungnya.

 Baca Juga: Jelang Waisak 2024, Puluhan Umat Buddha Mengikuti Ritual Memohon Ampunan San Bu Yi Bai di Candi Borobudur

Ia berharap, persatuan dan kesatuan di Indonesia tetap terjaga kuat.

Selama ini, kata dia, masyarakat Indonesia telah menunjukkan nilai toleransi yang tinggi dalam kehidupan beragama.

Tentu, hal tersebut sangatlah patut dipertahankan dan ditingkatkan.

"Kita selalu mengharapkan mengedepankan toleransi. Saling menghormati antar umat beragama satu sama lain untuk mendapatkan kebahagiaan," pungkasnya.

Perayaan Tri Suci Waisak di Vihara Mahavira Graha Semarang dimulai pukul 10.00.

Diawali dengan prosesi Penurunan Relik Buddha dilanjutkan dengan Namaskara Mahakaruna Ratna Kshamayati beserta doa-doa. Perayaan tersebut diikuti oleh ratusan umat dari berbagai kalangan.

Kemudian dilanjutkan dengan upacara memandikan Pangeran Sidharta Gautama.

Prosesi itu merupakan pemaknaan penyucian diri dari segala bentuk kotoran yang ada dalam tubuh umat. Lalu ditutup dengan penyalaan pelita sebagai simbol penerangan terhadap umat.

"Pangeran Sidharta tidak perlu membersihkan tapi justru kitalah yang seharusnya membersihkan," imbuh Suhu Chuan Chi. (mia/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#toleransi agama #semarang #buddha dharma #Buddha #Tri Suci Waisak 2568 BE 2024 #toleran #Tri Suci Waisak #Perdamaian #persatuan #vihara #sidharta gautama #Waisak