Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tahukah Anda, 3 Situs Bersejarah Ini Masih Ada di Klenteng Sam Poo Kong Semarang Sejak Abad ke-15

Aris Hariyanto • Senin, 20 Mei 2024 | 03:36 WIB

 

Situs bersejarah Sam Poo Kong di Semarang Jawa Tengah.
Situs bersejarah Sam Poo Kong di Semarang Jawa Tengah.

RADARSEMARANG.ID - Klenteng Sam Poo Kong Semarang kini menjadi salah satu destinasi wisata populer di Jawa Tengah.

Banyak pengunjung yang datang di klenteng Sam Poo Kong untuk mempelajari sejarah dan budaya Tionghoa di Indonesia.

Selain itu, klenteng Sam Poo Kong juga merupakan tempat ibadah dan pusat kegiatan keagamaan bagi masyarakat Tionghoa di Semarang.

 Baca Juga: Sejarah Klenteng Sam Poo Kong, Destinasi Wisata Semarang dengan Budaya Khas Asia Timur

Seiring berjalannya waktu, klenteng Sam Poo Kong telah mengalami banyak renovasi.

Salah satu renovasinya perluasan sebagai bagian dari pengembangan dan perhatian terhadap situs bersejarah Sam Poo Kong ini.

Hingga saat ini, terdapat tiga situs bersejarah yang masih ada di klenteng Sam Poo Kong Semarang sejak Abad ke-15 dan terawat dengan baik.

1. Kuil Pemujaan Sam Poo Kong

Di tempat ini, bangunan dihiasi dengan relief batu yang menggambarkan perjalanan Laksamana Cheng Ho pada abad ke-15.

Di dalamnya, terdapat sebuah ruangan untuk bersembahyang dan dua patung kecil yang mewakili kedatangan Cheng Ho di Semarang.

Patung pertama terbuat dari kayu cendana berwajah hitam, mewakili kunjungan pertama Cheng Ho di tahun 1406.

Sementara patung kedua dari porselen berwajah merah yang mewakili kunjungan kedua di tahun 1416 bersama pengawal-pengawalnya.

Di dalam kuil ini terdapat patung Sam Poo Kong berukuran besar, yang terbuat dari emas dan perunggu.

Selain itu, terdapat pula sumur suci yang sering digunakan oleh umat dan pengunjung untuk mengambil airnya.

2. Makam Kyai Juru Mudi

Merupakan tempat peristirahatan terakhir Kyai Juru Mudi yang bernama asli Wang Jing Hong, dan meninggal pada usia 87 tahun.

Lokasi Makam Kyai Juru Mudi ditempatkan disebelah gua batu Sam Poo Kong.

Penduduk Semarang dan sekitarnya sering mengunjungi tempat ini untuk berziarah atau berdoa memohon berkah, terutama pada malam Selasa Kliwon dan malam Jumat Kliwon.

3. Tempat Pemujaan Dewa Bumi atau Hok

Di dalam kuil Sam Poo Kong, terdapat tempat pemujaan untuk Dewa Bumi atau Hok. Konon, Dewa Bumi dipuja bersama dengan Dewa Tuan Rumah.

Tradisi berdoa dimulai dengan menghormati Tian (Tuhan / langit) dan kemudian memohon berkat dari Tei (Dewa Bumi).

Dewa Bumi, yang juga dikenal sebagai Hok Tek Ceng Sin, dipanggil untuk memberikan keberkahan kepada para pengunjung.

Sementara itu, setiap tanggal 15 bulan 8 dalam kalender Tionghoa, umat mereka merayakan hari ucapan terima kasih kepada Hok Tek Ceng Sin.

Mereka memberikan kue rembulan sebagai tanda terima kasih atas hasil panen yang melimpah dan diberkati sepanjang tahun.

Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur atas berkah yang diterima.

Editor : Baskoro Septiadi
#destinasi wisata populer #Kyai Juru Mudi #sam poo kong #kue rembulan #tionghoa #Klenteng Sam Poo Kong #dewa bumi #situs bersejarah #kuil Sam Poo Kong #JAWA TENGAH